nusabali

Inaugurasi SMAN dan SMKN Bali Mandara Diwarnai Isak Tangis Gubernur Ingatkan Pihak Sekolah Harus Berpihak kepada Orang Miskin

  • www.nusabali.com-inaugurasi-sman-dan-smkn-bali-mandara-diwarnai-isak-tangis-gubernur-ingatkan-pihak-sekolah-harus-berpihak-kepada-orang-miskin

Selama 40 hari calon siswa SMAN dan SMKN Bali Mandara tinggal di asrama, mengikuti tahap akhir seleksi penerimaan peserta didik baru.

SINGARAJA, NusaBali

Acara inaugurasi (pengukuhan) peserta didik SMA Negeri dan SMK Negeri Bali Mandara tahun ajaran 2016/2017, Sabtu (20/8) pagi, diwarnai isak tangis. Ini terjadi saat para siswa mendapat kesempatan bertemu langsung dengan orangtua mereka, setelah 40 hari tinggal di asrama tanpa ada komunikasi dengan pihak keluarga/orangtua.

Para siswa sambil menyerahkan sekuntum bunga mawar merah langsung memeluk orangtua mereka masing-masing, dan meneteskan air mata. Orangtua para siswa juga larut dalam kesedihan itu.

Acara pengukuhan peserta didik SMAN dan SMKN Bali Mandara berlangsung Sabtu (20/8) pagi di aula SMA Bali Mandara yang berlokasi di Jalan Air Sanih Desa/Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Acara dihadiri Gubernur Bali Made Mangku Pastika, beserta Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama, dan sejumlah perwakilan Konsulat negara sahabat. Jumlah peserta didik tahun ajaran 2016/2017 yang dikukuhkan sebanyak 225 orang, dengan rincian sebanyak 96 siswa SMA dan sebanyak 129 murid SMK.

Para siswa ini telah berpisah dengan orangtua mereka masing-masing sejak 9 Juli 2016 lalu. Mereka berpisah untuk menjalani tahap akhir dari seleksi penerimaan siswa miskin dengan tinggal di asrama sekolah. Mereka harus lulus seleksi boot camp sebelum ditetapkan sebagai peserta didik. Nah, sejak menjalani tahap boot camp, para pelajar yang dinyatakan lulus harus tinggal di asrama. Mereka mengikuti berbagai kegiatan mulai dari Upanayana, masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), kemudian ada lagi the calling (time capsul dan bonfire), dan foundation.

Puncaknya pada hari ke-40, saat ratusan pelajar tersebut dikukuhkan sebagai peserta didik, orangtua mereka hadir dalam acara itu. Namun sebelum acara pengukuhan tuntas, para siswa belum diizinkan berkomunikasi apalagi bertemu dengan orangtua mereka masing-masing. Para orangtua hanya diizinkan melihat pengukuhan anak-anak mereka dari kursi undangan di aula. Karena seluruh pelajar peserta didik yang dikukuhkan telah berbaris di atas panggung mengikuti prosesi pengukuhan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

Prosesi pertemuan para siswa dengan orangtua dilaksanakan setelah pengukuhuan usai, ditandai dengan penyerahan sekuntum mawar merah dari para siswa kepada orangtua mereka. Masing-masing siswa membawakan sekuntum mawar merah yang diserahkan kepada orangtua masing-masing. Nah, saat proses penyerahan sekuntum mawar merah itulah, para siswa dan orangtua mereka tidak kuasa menahan haru. Sambil berpelukan para siswa dan orangtuanya meneteskan air mata. ”Mare tepuk panak tiang, bakat kenehang terus. Kenken panak masekolah. (Sekarang baru bisa ketemu, selalu kepikiran, bagaimana nasibnya bersekolah),” kata salah satu orangtua siswa sembari terus memeluk putrinya.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat memberi sambutan menegaskan, jumlah warga miskin di Bali masih ribuan orang. Namun, masih banyak yang menutup-nutupi nasib mereka karena malu. “Anak miskin di Bali masih ribuan jumlahnya. Bagaimana nasib mereka, punya cita-cita tinggi, tapi sekolah saja tidak bisa? Inilah tujuannya didirikan sekolah Bali Mandara, agar mereka yang tadinya sudah tidak mungkin bisa sekolah, tapi sekarang punya harapan menjadi pemimpin masa depan,” kata Pastika.

Gubernur Pastika pun minta kepada seluruh guru, Pembina, dan instruktur di SMAN dan SMKN Bali Mandara agar peduli dan selalu berpihak kepada  orang miskin. Karena orang miskin tidak mungkin bisa bangkit sendiri, tanpa bantuan para guru, pembina, dan instruktur yang ada di sekolah. “Maka angkat mereka, agar mereka bisa bangkit. Saya sangat terkesan dan bangga kepada guru, pembina, dan instruktur yang telah berjuang mendidik, menjadikan siswa punya harapan hidup yang lebih baik,” tutur Pastika.

Sebelumnya diberitakan, sekolah yang didirikan Pemprov Bali, SMAN dan SMKN Bali Mandara, melakukan inaugurasi (pengukuhan) anak didik baru tahun ajaran 2016/2017, Sabtu (20/8) pagi.

Peserta didik baru sekolah khusus untuk anak-anak cerdas dari keluarga kurang mampu secara ekonomi ini terbanyak dari Kabupaten Buleleng, baik kategori SMAN Bali Mandara maupun SMKN Bali Mandara.

Rinciannya, jumlah siswa baru dari Kabupaten Buleleng mencapai 119 orang (terdiri dari 84 siswa SMAN Bali Mandara dan 35 siswa SMKN Bali Mandara). Sedangkan siswa dari Kabupaten Karangasem menduduki peringkat kedua terbanyak dengan 24 orang, disusul dari Kabupaten Tabanan (17 orang), dari Kabupaten Badung (15 orang), dari Kabupaten Gianyar (15 orang), dari Kota Denpasar (13 orang), dari Kabupaten Jembrana (11 orang), dari Kabupaten Bangli (6 orang), dan paling sedikit asal Kabupaten Klungkung (hanya 5 orang).

“Mereka merupakan peserta didik yang lulus seleksi ketat tahun ajaran 2016/2017,” ungkap Kepala SMAN/SMKN Bali Mandara I Nyoman Darta, Jumat (19/8) pagi.

Nyoman Darta menjelaskan, perekrutan peserta didik di SMAN Bali Mandara dan SMKN Bali Mandara sangat ketat dan ini berlangsung selama enam bulan. Dalam seleksi itu, ada tiga tahap yang harus dilewati calon siswa, sebelum mereka dinyatakan lulus diterima di sekolah unggulan tersebut.

Tahap pertama, seleksi administrasi (paper based). Tahap kedua, survei ke rumah calon siswa (home visit) masing-masing. Tahap ketiga, penggalian disiplin dan kecakapan yang dilaksanakan di sekolah (boot camp). “Seluruh siswa yang lulus paper based dan home visit, dipanggil dan dikumpulkan di sekolah selama tiga hari untuk mengikuti ujian terakhir boot camp, sebagai tahap penentu,” papar Nyoman Darta yang mantan kepala SMAN 1 Singaraja.

Dengan tahapan-tahapan seleksi ketat seperti itu, tertutup kemungkinan ada siswa pintar dari kalangan keluarga kaya diterima di SMAN Bali Mandara atau SMKN Bali Mandara. Nah, mereka yang dinyatakan lolos sudah langsung menempati asrama siswa di sekolah, sejak 9 Juli 2016 lalu.

Sejak datang, para peserta didik baru ini mengikuti berbagai kegiatan, seperti Upanayana, masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), kemudian the calling (time capsul dan bonfire), foundation, dan terakhir mengikuti acara pengukuhan. “Ini harus dilewati selama 40 hari. Dan, selama 40 hari itu, para siswa tidak boleh berkomunikasi dengan orangtuanya,” tegas Nyoman Darta.

Selama tahap boot camp, seluruh calon siswa SMAN Bali Mandara dan SMKN Bali Mandara diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, termasuk menguji kemampuan logika dan kemampuan komunikasinya. Di dalamnya sudah termasuk tes interview. “Penentuan nanti ditentukan oleh nilai yang mereka kumpulkan selama tahap boot camp ini,” imbuh Nyoman Darta yang sempat dinobatkan sebagai Kepala Sekolah Teladan Tingkat Nasional. * k19

Komentar