nusabali

Harga Jahe Merangkak Naik

  • www.nusabali.com-harga-jahe-merangkak-naik

BANGLI, NusaBali
Harga jahe merangkak naik pasca isu virus corona (covid-19). Bumbu dapur ini diyakini dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan menangkal virus corona.

Permintaan jahe di pasar pun meningkat. Harga jahe muda sebelumnya Rp 13 ribu per kilogram naik menjadi Rp 15 ribu per kilogram. Jahe tua dari harga Rp 25 ribu per kilogram naik dengan harga Rp 30 ribu.

Salah seorang petani jahe asal Banjar/Desa Tiga, Kecamatan Susut, I Wayan Subamia mengatakan, permintaan jahe cukup tinggi pasca isu merebaknya virus corona. Seiring tingginya permintaan, harga jahe pun ikut naik. Jahe merah dari Rp 30 ribu per kilogram menjadi Rp 40 ribu per kilogram. “Informasinya jahe dimanfaatkan untuk menangkal virus corona. Permintaan jahe pun tinggi,” ungkap Wayan Subamia, Minggu (8/3). Kenaikan harga jahe memberikan semangat bagi para petani.

Wayan Subamia mengatakan, saat ini belum masa panen jage. Puncak panen pada bulan Juli dan Agustus. “Jahe tua saat ini stoknya kosong, yang ada jahe muda saja,” ungkap warga Banjar Tiga ini. Jika harga jahe muda melonjak naik, tidak menutup kemungkinan jahe akan dipanen lebih awal. “Kwalitas jahe bagus, bisa saja panen lebih awal,” imbuhnya. Menurutnya, panen jahe 1 berbanding 10. Artinya, 1 kilogram bibit menghasilkan 10 kilogram. Musim panen, Wayan Subamia menghasilkan 15 ton jahe dari lahan 1,8 hektare.

Hasil panen jahe diambil pengepul asal Denpasar. Tak jarang dijual langsung ke Pasar Kayuambua, Kecamatan Susut. Warga Desa Tiga hampir sebagian memiliki tanaman jahe. “Lahan yang dikelola bervariasi, dikembangkan pula tanaman lainnya,” ungkap Bhabinkamtibmas Desa Tiga ini. Wayan Subamia merawat tanaman jahe sepulang kerja. “Saya juga membina petani jahe pemula,” imbuhnya. *esa

Komentar