nusabali

Fraksi Panca Bayu Bangun Koalisi Bali Bersih ke Pilgub

  • www.nusabali.com-fraksi-panca-bayu-bangun-koalisi-bali-bersih-ke-pilgub

Gerakan ‘pemecah ombak’ untuk munculkan figur Calon Gubernur (Cagub) alternatif di luar Wayan Koster (dari PDIP) dan Ketut Sudikerta (Golkar) ke Pilgub Bali 2018, terus bergulir.

Dua Jenderal Jadi Kandidat Calon Gubernur


DENPASAR, NusaBali
Partai-pratai gurem yang tergabung dalam Fraksi Panca Bayu DPRD Bali (NasDem-Hanura-PKPI-PAN) munculkan Koalisi Bali Bersih (KBB) menuju tarung Pilgub 2018.

Anggota Fraksi Panca Bayu DPRD Bali dari PKPI, Kadek Nuartana, mengatakan KBB yang dirancangnya ini akan menjadi nama dari koalisi untuk mengusung paket calon ke Pilgub Bali 2018 mendatang. Menurut Nuartana, KBB adalah makna dari sebuah kekuatan politik yang siap melahirkan pemimpin yang bersih dan pro rakyat.

Fraksi Panca Bayu DPRD Bali sendiri, kata Nuartana, berkekuatan 5 kursi parlemen dari 4 partai politik. Rinciannya, 2 kursi DPRD Bali 2014-2019 (kekuatan 3,64 persen suara parlemen) milik NasDem, 1 kursi DPRD Bali 2014-2019 (kekuatan 1,82 persen suara parlemen) milik PKPI, 1 kursi DPRD Bali 2014-2019 (kekuatan 1,82 persen suara parlemen) milik Hanura, dan 1 kursi DPRD Bali 2014-2019 (kekuatan 1,82 persen suara parlemen) milik PAN.

“Panca Bayu adalah 5 kekuatan. Kalau dalam epos Mahabharata, Panca Pandawa adalah kekuatan sakti yang saling melengkapi satu sama lain,” ujar Nuartana di Gedung DPRD Bali, Niti Mandala Denpasar, Rabu (10/8). “Setelah kami berkomunikasi dengan teman-teman di Fraksi Panca Bayu, nama koalisi besar kita nanti adalah Koalisi Bali Bersih (KKB),” imbuhnya.

Nuartana menyebutkan, KBB dibentuk untuk memberikan kesempatan kepada rakyat Pulau Dewata dalam menentukan pilihan calon pemimpin bali periode 2018-2023 mendatang. Di samping itu, munculnya KBB ini juga tak terlepas karena dorongan dari tokoh di Bali supaya ada paket calon alternatif di luar yang diusung PDIP dan Golkar (bersama Demokrat).

“Jadi, kalau dicontohkan dalam masakan, ya ada banyak menu yang disuguhkan nanti. Dengan menu yang banyak, masyarakat disodori banyak pilihan, tidak hanya itu-itu saja,” ujar politisi asal Desa Pertima, Kecamatan Karangasem yang mantan Ketua PKPI Bali ini.

Menurut Nuartana, KBB yang berintikan Fraksi Panca Bayu DPRD Bali tidak asal-asalan dalam menginventasasi nama-nama kandidat yang akan disodorkan sebagai Calon Gubernur alternatif. Nama-nama yang disiapkan sudah menasional. Dua di antaranya Jenderal Bintang Tiga TNI.

Kedua Jenderal dimaksud masing-masing Letjen TNI Wisnu Bawa Tenaya (mantan Danjen Kopassus dan Pangdam IX/Udayana) dan Letjen TNI I Wayan Midhio (kini Rektor Universitas Pertahanan Indonesia).  Wisnu Bawa Tenaya adalah perwira tinggi TNI AD asal Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Badung, sementara Wayan Midhio berasal dari Desa Serongga Kecamatan Gianyar.

Selain dua Jenderal TNI itu, kata Nuartana, juga ada dua kandidat Cagub alternatif yang disiapkan KBB. Mereka masing-masing I Gede Pasek Suardika (tokoh asal Singaraja, Buleleng yang kini anggota DPD RI Dapil Bali) dan I Gusti Putu Artha (tokoh asal Singaraja, Buleleng yang mantan anggota KPU Pusat). “Semuanya adalah tokoh independen yang kita siapkan jadi calon alternatif,” ujar Nuartana yang kini duduk di Komisi III DPRD Bali ini.

Sementara itu, anggota Fraksi Panca Bayu dari PAN Dapil Buleleng, I Ketut Jengiskan, menyatakan koalisi yang dirancang ini sudah dipastikan akan terwujud. Soal nama Koalisi Bali Bersih (KKB), tentu akan ada agenda duduk bersama.

“Rekan kita di Fraksi Panca Bayu sudah punya nama koalisi. Rencananya, dalam waktu dekat kita akan duduk bareng membentuk koalisi yang bakal menjaring figur calon alternatif. Kita mau bicarakan, karena rekan dari Fraksi Gerindra (punya kekuatan 7 kursi DPRD Bali, red) juga merapat,” tegas Jengiskan yang notabene Ketua DPW PAN Bali, Rabu kemarin.

Jengiskan menekankan, PAN akan mengambil posisi bergabung dengan sejumlah partai politik yang tidak memiliki cukup suara mengusung untuk paket calon ke Pilgub Bali 2018. Semangatnya adalah mencari figur alternatif. “Apalagi, kita sudah sejalan di DPRD Bali dengan membentuk Fraksi Gabungan Panca Bayu. Kita  mau membangun koalisi yang berkomitmen,” jelas putra dari politisi senior asal Buleleng, I Ketut Kajar ini. * nat

Komentar