nusabali

Sukerana Minta Senior Golkar Sudahi Konflik

Mengaku Langkahnya Merapat ke DPD I Tindakan Pribadi

  • www.nusabali.com-sukerana-minta-senior-golkar-sudahi-konflik

Mantan Ketua DPD II Golkar Karangasem, I Made Sukerana, angkat bicara setelah disorot kader senior Golkar, I Gusti Putu Wijaya, salah satu pembelanya ketika menggugat ke Mahkamah Partai Golkar, karena dilengserkan Plt Ketua DPD I Golkar Bali, Gede Sumarjaya Linggih (Demer).

DENPASAR, NusaBali

Sukerana meminta kader senior Golkar, I Gusti Putu Wijaya, bisa menyudahi ketegangan internal Golkar supaya situasi kondusif.

Hal itu diungkapkan Sukerana kepada NusaBali, Sabtu (4/1) siang terkait dengan sikap kader senior Golkar yang mantan Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPD I Golkar Bali, I Gusti Putu Wijaya, yang menyampaikan di media dirinya tidak perlu minta maaf karena tidak ada salah.

Sukerana mengatakan kader senior Gusti Putu Wijaya yang menyebutkan dirinya tidak salah dan tidak perlu minta maaf ke DPD I Golkar Bali dinilai malah membuat suasana semakin panas lagi. "Saya minta apa yang menjadi langkah saya ke DPD I Golkar Bali tidak dikomentari pihak lain, termasuk kader senior. Karena itu murni langkah pribadi saya," ujar Sukerana. Mantan Wakil Bupati Karangasem ini menjelaskan dirinya meminta maaf ke DPD I Golkar Bali atas inisiatif sendiri, atas nama pribadi dan kesadaran sendiri dan tanpa intervensi.

"Bahwa saya ke DPD I Golkar Bali atas nama pribadi. Inisiatif sendiri. Tidak mengajak siapapun. Saya menyadari kekeliruan saya sehingga terjadi ketegangan di Golkar dan sampai ke Mahkamah Partai. Sekali lagi supaya ini tidak disikapi berlebihan. Sudahi masalah ini dan mari kita bersatu untuk Golkar," kata politisi asal Desa Kubu/Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem ini.

Ditegaskan Sukerana kalaupun Wijaya mengatakan dirinya tidak salah dalam persoalan Golkar, tetapi secara pribadi dirinya merasa salah dan keliru. "Salahnya yang saya maksud karena saya sempat juga mengusulkan Musdalub. Nah itu saya anggap kekeliruan dan kesalahan. Makanya saya minta maaf kepada DPD I Golkar Bali," ujar Sukerana.

Dia juga menegaskan bahwa dirinya tidak ada kepentingan apapun menempuh jalan merapat ke DPD I Golkar Bali dengan meminta maaf kepada induk partai. "Saya juga nggak melibatkan siapa-siapa. Tidak ada kepentingan politik apapun. Apalagi dikaitkan saya maju di Pilkada Karangasem 2020," tegas Sukerana.

Sementara kader senior Gusti Putu Wijaya yang menyentil Sukerana bahwa tidak perlu minta maaf ke induk partai karena tidak ada salah tidak menggubris. "Tadi dia (Sukerana) nelepon saya. Saya nggak ada melarangnya," ujar Wijaya.

Mantan Ketua Harian DPD I Golkar Bali ini sebelumnya mengatakan kader yang menjabat Ketua DPD II Golkar Kabupaten yang dilengserkan oleh Plt Ketua DPD I Golkar Bali, Gede Sumarjaya Linggih tidak salah ketika menempuh jalur Mahkamah Partai. Sebab itu bukanlah kesalahan dasarnya. Namun menjalankan mekanisme organisasi. "Kenapa minta maaf, karena semua adalah kader. Menempuh jalur ke Mahkamah Partai kan melaksanakan proses organisasi," ujar Wijaya.

Wijaya Sabtu kemarin menegaskan dirinya sebagai kader Golkar terenyuh saja ketika melihat fenomena di Golkar Bali. "Saya terenyuh saja lihatnya, tetapi saya yakin yang lain nggak begitu," tegas mantan anggota DPR RI 2 periode ini.

Sebelumnya diberitakan politik merangkul yang dimainkan mantan Ketua DPD II Golkar Karangasem, I Made Sukerana, pasca kalah gugatan di Mahkamah Partai tidak akan diikuti oleh para Ketua DPD II Golkar yang sebelumnya dilengserkan Plt Ketua DPD I Golkar Bali, Gede Sumarjaya Linggih (Demer). Kader senior yang mantan Wakil Ketua DPD I Golkar Bali Bidang Organisasi, I Gusti Putu Wijaya, di Denpasar, Jumat (3/1) siang mengatakan Sukerana tidak salah sehingga tidak harus minta maaf.

Menurut Wijaya, seorang Sukerana  datang ke DPD I Golkar Bali Jalan Surapati Nomor 9 Denpasar tidak minta maaf pun boleh dan sah-sah saja. Apalagi ditegaskan tidak ada kaitan dengan Sukerana maju Pilkada Karangasem.

"Orang Sukerana tidak salah. Kenapa harus minta maaf. Saya baca di media jadi geleng kepala. Dia (Sukerana) memang ada salah apa? Kok sampai minta maaf. Tapi itu hak Pak Sukerana," ujar politisi asal Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan ini. *nat

Komentar