nusabali

Stigma Porno Bebani Penari Joged

  • www.nusabali.com-stigma-porno-bebani-penari-joged

Peredaran video pentas joged seronok di media sosial (medsos) dan youtube, makin marak.

SEMARAPURA, NusaBali
Stigma tarian porno dari masyarakat terhadap Tari Joged Bumbung, menjadi tantangan berat dalam pembibitan dan pengembangan penari joged di Klungkungg. Kondisi itu menyusul peredaran video pentas joged seronok di media sosial (medsos) dan youtube, makin marak.

Imbasnya, stigma itu jadi beban psikis bagi remaja putri yang hendak terjun menjadi penari joged. Hal ini diakui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Klungkung. “Kami sempat kesulitan mencari penari joged, karena mereka merasa minder mengenai anggapan negatif tersebut,” ujar Kepala Bidang Kesenian Disbudpar Klungkung, Ni Made Rasmiati, saat ditemui Senin (1/8). Namun, dengan pendekatan secara persuasif kepada penari, serta memberikan pemahaman bahwa tarian joged juga memiliki pakem tersendiri, lengkap dengan gerakan tarinya dan tidak bernuansa pornografi.

Akhirnya, para penari tersebut menyanggupi untuk belajar tari joged. Hasilnya, empat penari joged berhasil dibentuk dalam Sekaa Joged Werdi Kusuma, Banjar Adat Besang Kawan, Kecamatan Klungkung. Sekaa joged ini memang sudah lama berdiri, namun khusus membawakan gemelan. Selama ini, sekaa ini   tidak mempunyai penari joged. Ketika menerima permintaan pentas, mereka mencari joged ke luar. “Kita sudah memiliki potensi, jadi itu harus dibangkitkan,” tegasnya.

Empat joged pun pentas perdana saat Pesta Kesenian Bali (PKB) ke XXXVIII di Denpasar 2016. Sebagai penari pemula mereka sempat shock alias tidak mau pentas. Pasalnya pengibing yang mendaftar notabene berbadan kekar seperti seorang body guard. Rasmiati pun kembali turun tangan untuk memotivasi mereka, di satu sisi dia juga melakukan koordinasi dengan para pengibing agar bersikap sopan. “Tantangan selalu ada, namun kita harus tetap berusaha untuk menghadapi,” imbuhnya.

Setelah sukses pentas di PKB, penari joged tersebut kembali dipentaskan di bumi serombotan. Tepatnya di panggung terbuka depan Monumen Puputan Klungkung, Senin (31/7) malam. Hadir Sekda Gede Putu Winastra dan jajaran. Kata Rasmiati pentas tersebut untuk mendukung program Pemkab Klungkung yang mengambil spirit Gema Santi (Gerakan Masyarakat Santun dan Inovatif). Di mana masing-masing SKPD meluncurkan terobosannya. Dalam hal ini Disbudpar membuat terobosan Gema Klungkung Menari, yakni setiap bulan menggelar pentas menari dengan melibatkan masyarakat. “Setiap bulan yang pentas berbeda-beda, baik seka maupun jenis tariannya,” katanya.

Sementara itu, dalam pentas joged tersebut yang berlangsung sekitar 1 jam, dari pukul 19.30 Wita-20.30 Wita. Berhasil menghibur masyarakat, termasuk sejumlah pimpinan SKPD yang hadir. Kendati sempat diguyur hujan deras pentas ini berlangsung semarak. Mereka secara bergiliran menjadi pengibing, namun ada pula yang malu-malu kucing. * w

Komentar