nusabali

Wanagiri Dijadikan Penangkaran Benih Bawang Putih

  • www.nusabali.com-wanagiri-dijadikan-penangkaran-benih-bawang-putih

Penangkar benih ini diharapkan dapat memenuhi permintaan benih di lokalan Buleleng.

SINGARAJA, NusaBali

Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Buleleng, saat ini sedang dirintis menjadi daerah penangkaran benih bawang putih. Dua hektare lahan pun telah disiapkan khusus untuk memproduksi benih bawang putih. Perintisan benih ini dilakukan untuk mengejar target pengurangan impor bawang putih dari China.

Kepala Bidang Hortikultura, Dinas Pertanian Buleleng, I Gede Subudi, seizin Kadis Pertanian I Made Sumiarta, mengatakan sejauh ini komoditas bawang putih memang cocok dikembangkan pada sejumlah wilayah Buleleng dengan ketinggian 800-1.000 meter di atas permukaan laut. Desa Wanagiri pun dipilih karena dinilai daerah paling tinggi dan cocok untuk budidaya bawang putih.

“Wanagiri kami rintis jadi penangkar benih karena di sana lahannya ada pada  ketinggian 1.000 meter dari permukaan laut, ini menyiasati pasokan benih bawang putih untuk lokalan karena saat ini benih bawang putih sudah mulai sulit didapatkan,” jelas Subudi.  Di lahan penangkaran benih itu yang dikembangkan adalah varietas bawang putih lembu ijo, yang tak hanya cocok di Wanagiri tetapi memiliki sifat adaptasi yang bagus di dataran minimal hingga 800 meter di atas permukaan laut.

Selain karena alasan adaptasi bagus, varietas lembu ijo di Wanagiri juga sudah tersertifikasi, sehingga sudah layak sebagai penghasil benih berkualitas. Dengan adanya penangkar benih ini diharapkan dapat memenuhi permintaan benih di lokalan Buleleng. Apalagi saat ini perluasan lahan bawang putih di Buleleng terus ditambah setiap tahunnya.

Tahun 2019 ini saja ada 50 hektare lahan bawang putih yang diperluas. Luasan itu menyebar di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Desa Pakisan, Bontihing di Kecamatan Kubutambahan dan di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada juga ditambah.  Dari luasan lahan tanam yang ada di di Buleleng, juga dikembangkan sejumlah varietas seperti Lembu Kuning, Lembu Putih dan Sanggasembalun.

“Penanaman varietas ini disesuaikan dengan ketinggian lahan, kalau yang sanggasembalun bagusnya di dataran 1.000 meter ke atas, kalau yang Lembu Ijo, Lembu Putih, Lembu Kuning bagus di dataran di bawah itu, tetapi kami masih uji coba varietas mana yang cocok di daerah itu,” kata dia.*k23

loading...

Komentar