nusabali

BI Ajak Masyarakat Bali Tukarkan Uang Lusuh

  • www.nusabali.com-bi-ajak-masyarakat-bali-tukarkan-uang-lusuh

Sebagai daerah pariwisata, citra Bali juga harus dijaga lewat uang rupiah yang bersih.

DENPASAR, NusaBali

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Trisno Nugroho mengajak masyarakat di Pulau Dewata segera menukarkan uang lusuh yang dimiliki, ke bank sentral ataupun ke bank umum terdekat. Hal itu sebagai salah satu upaya menjaga citra rupiah tetap terjaga baik. "Bali sebagai salah satu muka Indonesia di dunia internasional, kami ingin wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara menggunakan uang rupiah yang bersih. Kami siap mensuplai bekerja sama dengan bank-bank umum," kata Trisno, di sela-sela acara peluncuran Bali Bersiul (Bersih Uang Lusuh), di Denpasar, Selasa (1/10/2019).

Trisno mengatakan, pihaknya sangat memperhatikan ketersediaan rupiah dari sisi nominal dan kualitas uang yang beredar di masyarakat, terlebih dari sisi kepariwisataan. Hal tersebut sangat penting karena sudah menjadi rahasia umum banyak dari wisatawan yang menyimpan rupiah sebagai kenang-kenangan ketika mereka kembali ke negara asalnya.

Menurut Trisno, terkait kondisi uang rupiah yang dalam kondisi lusuhnya terbanyak di Provinsi Bali ada di lima daerah yakni di Banjar (Dusun) Tegal dan Banyuasri di Kabupaten Buleleng, kemudian di daerah Padangsambian, Padangsambian Klod, dan di Dangin Puri Kangin, di Kota Denpasar. Sementara itu, untuk jumlah nominal uang lusuh di Bali, periode Januari-Agustus 2019 mencapai Rp3,58 triliun atau volumenya sebanyak 98.416.604 lembar. Sedangkan dari Januari-Desember 2018, jumlah nominal uang lusuh sejumlah Rp 4,38 triliun atau sebanyak 129.658.780 lembar.

Trisno mengatakan banyaknya uang yang rusak akibat kekurangpahaman dalam cara memperlakukan uang.  Selain itu masyarakat  belum mengetahui bahwa uang rupiah dengan kondisi tidak layak edar dapat ditukarkan ke Bank Indonesia atau ke kantor-kantor bank umum terdekat tanpa dipungut biaya.

Trisno mengimbau masyarakat yang memiliki uang lusuh untuk tidak menggunakan uang tersebut dalam bertransaksi sehari-hari. Uang-uang lusuh yang diterima oleh Bank Indonesia melalui masyarakat dan bank umum akan dimusnahkan dan diganti dengan uang layak edar.

Supaya uang rupiah terjaga dalam kondisi baik, Trisno mengajak masyarakat untuk memperlakukan rupiah dengan tips ‘5 Jangan’, yakni, jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distaples, jangan diremas dan jangan dibasahi. *k17

Komentar