nusabali

Spanyol Tetap Perawan

  • www.nusabali.com-spanyol-tetap-perawan

Gawang Spanyol kembali tak tersentuh lawan, bahkan kali ini tiga gol dilesakkan oleh Tim Matador ke gawang Turki yang sudah 29 tahun tak bisa mengalahkan Spanyol.

NICE, NusaBali
Spanyol membuktikan potensinya mencatat hattrick juara Piala Eropa. Setelah menang susah payah atas Ceko di laga pembuka Grup D, kali ini Spanyol tampil lebih oke di Allianz Riviere, Sabtu (18/6) dinihari Wita. Tak tanggung-tanggung, skuat La Furia Roja mempecundangi Turki tiga gol tanpa balas. Alhasil sudah 690 menit gawang Spanyol tak kebobolan di putaran final Piala Eropa sejak Euro 2012!

Alvaro Morata dan Nolito menjadi kunci kemenangan tim besutan Vicente del Bosque itu. Morata memborong dua gol di menit 34 dan 48. Nolito menciptakan satu assist buat Morata dan satu gol di menit 37. Tambahan tiga poin pun meloloskan Spanyol ke perdelapan final. Spanyol jadi tim ketiga yang lolos setelah Prancis dan Italia.

Pelatih tim nasional Spanyol, Vicente del Bosque langsung mengarahkan bidikannya ke partai ketiga Grup D melawan Kroasia. "Sempat sulit bagi kami mencetak gol, tapi malam ini kami mencetak tiga gol. Kami sekarang harus fokus menghadapi pertandingan terakhir di Grup D melawan Kroasia," kata Del Bosque

Seperti pada Piala Eropa sebelumnya, Spanyol selalu menjadi salah satu tim yang diunggulkan menjadi juara. Apalagi mereka juga berstatus sebagai juara bertahan usai menang di edisi 2008 dan 2012. "Selalu sulit untuk membandingkan tim 2008 dan 2012. Beberapa pemain terbaik Spanyol sejak saat itu telah pensiun. Setiap turnamen punya takdirnya sendiri," ujar Del Bosque.

Sementara itu kekalahan 0-3 Turki juga memakan 'korban'. Kapten Turki, Arda Turan menjadi sasaran cemoohan fans. Ini bukan kali pertama Turan dicemooh. Gelandang Barcelona ini juga jadi sasaran kritikan saat Turki kalah 0-1 dari Kroasia pada laga pertama. Turan sendiri harus dihibur oleh rekannya di Barcelona asal Spanyol, Andres Iniesta.

“Saya ikut sedih untuk apa yang dialai Arda. Ia pemain hebat dengan banyak kualitas. Saya mendoakan yang terbaik untuknya di sisa turnamen. Saya selalu ingin yang terbaik untuk rekan setim saya,” kata Iniesta yang memuji Spanyol layak mendapat nilai 10 dalam laga tersebut.

Sementara itu Fatih Terim enggan mencari kambing hitam dalam kekalahan Turki dan ia merasa bertanggung jawab atas hasil negatif yang diraih tim di dua laga awal.  “Saya mengkritik diri sendiri atas penampilan pemain yang tidak tampil bagus. Saya yang memanggil mereka. Tentu, beberapa dari mereka tidak dalam penampilan puncak. Tapi saya yang seharusnya dikritik. Saya memasukkan mereka di tim,” tandas pelatih Turki berusia 62 tahun ini.

Soal Turan, dia juga membela dan menyebut sebagai salah satu pemain terpenting.  “Ia salah satu pemain terpenting kami. Ekspektasi sangat tinggi, tapi hal ini seharusnya tak pernah terjadi. Tidak ada orang yang pantas mendapatkan ini,” kata eks pelatih AC Milan ini. 7

Komentar