nusabali

Pondasi Pura Bias Saud Tergerus Ombak

  • www.nusabali.com-pondasi-pura-bias-saud-tergerus-ombak

Sebagian pondasi Pura Bias Saud milik keluarga Jero Kelodan Kerobokan di Pantai Batubelig, ini masih tertahan oleh akar pepohonan di sekitarnya.

Abrasi Hantam Pesisir di Wilayah Kabupaten Badung   

MANGUPURA, NusaBali
Wilayah perairan di Kabupaten Badung terkena abrasi. Hampir semua pesisir pantai mengalami abrasi, seperti kawasan Kuta dan Kuta Selatan. Abrasi parah juga melanda kawasan Pantai Batubelig, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara. Di Pantai Batubelig sebuah pura terancam longsor karena pondasinya tergerus hantaman gelombang laut.

Abrasi yang menghantam Pura Bias Saud di Pantai Batubelig jadi perbincangan netizen di media sosial. Beragam komentar disampaikan, intinya mengungkapkan keprihatinan atas kondisi dimaksud. Bagian sisi pondasi hampir separuh sudah tergerus ombak. Sehingga mirip kubangan besar. Beruntung akar-akar pohon yang berdiri kokoh di sampingnya membantu memperlambat abrasi.

Bendesa Adat Kerobokan AA Putu Sutarja saat dikonfirmasi membenarkan lokasi Pura Bias Saud masuk wewidangan Desa Adat Kerobokan. Menurutnya, abrasi yang menerjang Pura Bias Saud akibat ombak pasang yang menerjang beberapa waktu lalu.

“Rusaknya pura itu karena gelombang tinggi kemarin. Pondasinya tergerus,” kata Sutarja saat dikonfirmasi, Rabu (15/6). Dikatakannya, pura itu merupakan milik pribadi, yakni pihak keluarga Jro Kelodan Kerobokan. Dan rencananya, ungkap Sutarja, pura akan diperbaikai setelah cuaca membaik. Sementara AAN Ketut Agus Nadi Putra mengakui Pura Bias Saud tersebut adalah milik keluarganya yakni Jero Kelodan Kerobokan. “Inggih itu pura keluarga tiyang (saya). Tadi (kemarin) sudah dicek sama tukang,” akunya.

Rah Tut sapaan akrab AAN Ketut Agus Nadi Putra, pria yang juga anggota DPRD Badung itu mengaku akan segera melakukan perbaikan pura keluarga tersebut bila kondisi sudah memungkinkan. Saat ini pihaknya masih melakukan pengecekan bagian-bagian mana saja yang rusak.

Kepala Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan (Disnakanlut) Badung I Made Badra, saat dikonfirmasi, Rabu kemarin, juga mengaku sudah mengecek langsung pura yang terkena dampak abrasi. Di titik tak jauh dari sana, terdapat bangunan pos milik Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Badung. “Iya betul hampir semua pesisir mengalami abrasi. Ini yang sedang kami data semua. Termasuk pura yang lokasinya di Pantai Batubelig. Masih dikawasan situ, pos Balawista juga kena abrasi,” tutur Badra, kemarin.

Sejak cuaca ekstrem yang menurut prediksi Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, ombak pasang tercatat setinggi 2,3 sampai 2,7 meter, abrasi kawasan pesisir di Badung semakin parah. Titik pantai di Badung yang mengalami abrasi cukup parah hampir tersebar di sepanjang garis pantai yang membentang sepanjang 82 kilometer. Dari Pantai Seseh, Mengwi, hingga Pantai Tanjung Benoa, Kuta Selatan. Untuk di Kecamatan Kuta, abrasi cukup parah yakni di depan Setra Desa Adat Kuta.

Sayangnya walau diakui perlu penanganan segera, pemerintah tidak bisa berbuat banyak untuk melakukan penataan secara menyeluruh. Yang bisa dilakukan dalam jangka pendek hanya menata ulang pasir pantai yang tergerus ombak. Bagaimana dengan program penataan dari pemerintah pusat yang bekerjasama dengan pemerintah Jepang? Pejabat asal Kuta itu mengaku prosesnya masih panjang. Bahkan lebih panjang dari perkiraannya.

“Tim Koordinasi Manajemen Penataan Pantai (TKMPT) sudah menggelar rapat. Sekarang prosesnya masih menyusun Amdal dengan dibantu pihak provinsi. Setelah selesai baru amdalnya diajukan ke pusat. Setelah disetujui tahun 2017 baru diusulkan DED-nya. Kemungkinan kalau pemerintah dari Jepang menyetujui DED-nya, paling penataan baru bisa dikerjakan tahun 2018,” jelas Badra.

Pemerintah sebetulnya menginginkan agar prosesnya lebih cepat. “Tapi ternyata begitu prosesnya. Jadi mohon bersabar,” imbuh Badra. Lalu apa yang bisa dilakukan segera? “Paling yang kami bisa lakukan mengembalikan pasir yang terbawa ombak kemarin. Kami akan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Bali-Penida (BWS-BP) mengenai terknisnya. Begitu pun alat beratnya. Sehingga dengan demikian membantu agar abrasi tidak semakin parah,” tandasnya.

Selain berkoordinasi dengan pihak BWS-BP, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi seperti DKP Badung yang juga memiliki alat berat di Kuta. “Alat berat DKP itu juga bisa dipakai. Kami nanti akan koordinasi juga ke DKP,” katanya sembari menyebut penataan baru mungkin dilakukan bila cuaca kembali bersahabat. 7 asa

Komentar