nusabali

DPR Minta Kapolri Terbuka Soal Jenderal Bintang 3

  • www.nusabali.com-dpr-minta-kapolri-terbuka-soal-jenderal-bintang-3

Ada Temuan 'Menarik' TGPF di Kasus Novel

JAKARTA, NusaBali

Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal menyampaikan adanya temuan menarik dari tim gabungan pencari fakta (TGPF) bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam pengusutan kasus penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Polri masih mempelajari temuan tim gabungan tersebut.

"Saya sampaikan kemarin ada beberapa temuan menarik, ada kemajuan. Temuan itu belum bisa kami sampaikan, karena baru dipelajari," kata Irjen Iqbal usai menghadiri upacara HUT Bhayangkara ke-73 di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (10/7) seperti dilansir detik.

Iqbal menjelaskan soal tim bentukan Kapolri itu terdiri dari para pakar. Mereka melakukan investigasi terkait kasus teror air keras Novel Baswedan selama 6 bulan. Tim tersebut juga telah menyampaikan beberapa rekomendasi kepada Kapolri. Ada beberapa temuan juga yang disampaikan oleh tim tersebut.

"Saya sudah sampaikan seminggu ke depan tim pakar sama kami Divisi Humas akan sampaikan secara detil apa temuan yang sudah diserahkan ke pak Kapolri," tuturnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian tidak menutupi temuan tim gabungan tentang pemeriksaan sejumlah jenderal polisi bintang tiga dalam kasus Novel .

Menurutnya, Tito harus mengonfirmasi pernyataan yang sempat disampaikan oleh salah satu anggota tim gabungan Hermawan Sulistyo tersebut.

"Benarkah, misalnya menurut Hermawan bahwa ada jenderal [bintang tiga] aktif diperiksa," kata Nasir kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (10/7) dilansir cnnindonesia.

Selain terkait tentang pemeriksaan sejumlah jenderal polisi bintang tiga, politikus PKS itu juga meminta Tito memberikan penjelasan terkait muatan politik di balik kasus Novel sebagaimana diungkapkan oleh anggota tim gabungan Hendardi.

Menurutnya, semua hal tersebut harus dijelaskan secara jelas oleh Tito karena terkait dengan kredibilitas Polri, tanpa ada yang ditutupi.

Anggota TGPF, Hendardi, menuturkan, perwira Polri berpangkat jenderal bintang tiga yang diperiksa terkait kasus Novel adalah mantan Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan. Hendardi menyebutkan, Iriawan diperiksa dan ditanya terkait adakah keterlibatan jenderal polisi yang terlibat dalam penyerangan air keras terhadap Novel.

"Pak Iriawan kami periksa dan kami menggali tentang jenderal-jenderal lain yang disebut-sebut. Adakah kemungkinan keterlibatan jenderal-jenderal bintang lain, itu siapa, kalau ada petunjuk kasih ke kami (TGPF)," ujar Hendardi, Rabu (10/7) dilansir kompas.

Sementara Novel sendiri meminta tim gabungan bentukan Kapolri tidak berspekulasi terkait dalang kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. Dia meminta tim untuk memprioritaskan pengungkapan aktor lapangannya terlebih dahulu.

"Saya pikir jangan sampai hanya terjadi upaya berspekulasi, siapa aktor intelektual, dalang, koordinator dan lain-lain," kata Novel di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (10/7).

Menurut Novel pengungkapan kasus ini harus dimulai dengan menangkap eksekutor atau pelaku di lapangan. Pasalnya, penganiayaan yang dialami Novel ini masuk dalam kategori kejahatan jalanan.

Wajah Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal di lingkungan rumahnya usai melaksanakan salat subuh, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 11 April 2017. Hingga kini, kasusnya belum terungkap. *

Komentar