nusabali

TPA Regional Bangli Kerap Jadi Lokasi Studi Banding

  • www.nusabali.com-tpa-regional-bangli-kerap-jadi-lokasi-studi-banding

Terletak di lokasi ‘tersembunyi’ di lembah dua perbukitan di Desa Landih, Kecamatan/Kabupaten Bangli, Tempat Pembungan Akhir (TPA) Regional Bangli yang dikelola Pemprov Bali, kerap menjadi ajang studi banding maupun studi lapangan penanganan sampa

BANGLI, NusaBali
Bukan hanya dari kabupaten/kota di Bali, namun juga dari luar daerah. Malah pada buku tamu TPA Regional Bangli tercatat ada pengunjung dari Jerman atas nama Andrian Quinn, yang berkunjung pada 5 Agustus 2015 lalu.

Koordinator Lapangan TPA Regional Dewa Putu Raka Putra, mengiyakan TPA Regional di Landih tersebut memang beberapa kali didatangi pihak luar dengan tujuan studi banding. “Ya memang ada saja yang datang ke sini,” ucap Dewa Raka Putra ditemani Koordinator Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) TPA Regional Bangli Ketut Sudamariana, Minggu (12/6).

Keduanya memperlihatkan buku tamu/pengunjung yang memuat identitas para tamu yang berkunjung ke TPA dengan luas areal sekitar 4 hektare itu.

Untuk diketahui TPA Regional Bangli di Desa Landih, letaknya cukup tersembunyi. Dari kota Bangli menuju Desa Landih, lewat jalur Bangli–Kintamani sekitar 10 kilometer. Di pertigaan menuju Landih ke arah kiri, menuruni jalanan yang lumayan terjal. Tiba di pertigaan menuju pusat Desa Landih belok kiri, menyusuri jalanan di tengah hutan lebat yang diapit dua pegunungan, yakni bagian pegunungan Bangli sisi barat dan pegunungan tengah. Sepintas jika tiba di lokasi, seperti tak ada tanda-tanda itu merupakan TPA yang umumnya berupa timbunan sampah yang menggunung. “Semua sudah ditimbun dengan pemadatan, proses sanitary landfill,” ujar Dewa Putu Raka. Dia menunjuk lokasi timbunan yang sudah rata, yang dulunya merupakan cell (lubang timbunan) dan pemadatan. “Makanya jadi rat,”a ucap petugas asal Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli, itu.

Namun sampah yang masuk ke TPA Regional Bangli baru sampah dari Kabupaten Bangli, yang rata-rata 150 meter kubik per hari. Sedang kiriman sampah dari kabupaten lain yang dicover/dilayani TPA Regional, yakni dari Kabupaten Gianyar, Klungkung, dan Karangasem, belum banyak yang dikirim ke TPA Regional.

Selain pemadatan dengan proses sanitary landfill, penanganan lindi (air sampah) sementara terbilang lancar. Air lindi dialirkan ke dalam kolam IPAL, sebelum diproses, sehingga aman ketika dibuang ke sungai. “Itu ada proses pemberian oksigen juga,” tutur Sudamariana.

Dari pantauan, sementara tidak tercium bau menyengat khas TPA, terkait penanganan sampah di TPA Regional Bangli. Berlokasi di tengah hutan lembah antara dua perbukitan, malah terkesan TPA Regional ini senyap, walau pada siang hari sekalipun. Sementara petugas pengelola TPA Regional sebanyak 14 orang, merupakan tenaga dari Pemprov Bali. 7 k17

Komentar