nusabali

Susu Dapat Menghilangkan Rasa Pedas ? Mitos atau Fakta ?

  • www.nusabali.com-susu-dapat-menghilangkan-rasa-pedas-mitos-atau-fakta

Jika anda sedang merasa kepedasan, biasanya kebanyakan orang akan langsung mencari minuman dingin sebagai penetralisir rasa pedas di mulut.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Udayana

Minuman dingin memang membuat sejuk mulut kita, namun apakah kamu sudah tahu bahwa memang ada minuman yang membuat lidah kita kembali netral setelah merasa kepedasan ?  

Bukan sebuah mitos lagi bahwa jika kita minum segelas susu sehabis menyantap makanan pedas dapat menetralkan kembali lidah kita. Tidak dengan minuman dingin, sirup, atau teh manis untuk membuat lidah kita tidak merasa kepedasan, karena susu memiliki kandungan protein yang dapat menggantikan senyawa yang membuat tubuh terasa panas karena terlalu banyak mengonsumsi cabai.

"Ternyata susu memiliki protein yang dapat menghilangkan capsaicin pada reseptor di lidah Anda," kata Profesor dari New Mexico State University Chile Pepper Institute, Paul Bosland, dikutip dari Daily Mail, Rabu (20/7/2016)

Capsaicin, jelas Paul, merupakan senyawa kimia yang ditemukan di dalam cabai yang membuat lidah kepedasan meski makanan yang Anda santap itu sudah ditelan.

Atau ketika Anda menggigit cabai, capsaicin menempel pada reseptor di mulut dan lidah Anda. Sehingga wajar sekujur tubuh Anda dibanjiri keringat.

Rupanya tak hanya susu yang dapat menghilangkan rasa pedas. Makanan yang dikemas dengan karbohidrat juga dapat membantu memadamkan rasa pedas tersebut. "Hanya saja tidak seefektif susu," kata Paul Bosland.

Mulai sekarang tak perlu takut mengonsumsi makanan pedas. Telah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa mengonsumsi cabai atau makanan pedas dapat mengurangi risiko kanker, penyakit jantung, dan masalah pernafasan, dan untuk menghilangkan rasa pedas yang membuat tubuh terasa panas, Anda dapat segera menenggak segelas susu.


*. Tulisan dalam kategori OPINI adalah tulisan warga Net. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

loading...

Komentar