nusabali

Jelang HUT Kota Bangli, Pegawai Berburu Pernak pernik Penjor

  • www.nusabali.com-jelang-hut-kota-bangli-pegawai-berburu-pernak-pernik-penjor

Jelang HUT ke 815 Kota Bangli, para pegawai di lingkungan Pemkab Bangli mulai berburu pernak pernik penjor.

BANGLI, NusaBali

Sebab masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) dan desa akan diadu dalam lomba membuat penjor. Lomba penjor HUT Kota Bangli ini menjadi berkah bagi para pedagang kebutuhan penjor.

Salah satu dagang pernak-pernik penjor yang dicari para pegawai yakni I Gusti Ngurah Suarsawan di Banjar/Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli. Gusti Suarsawan mengatakan, sebagian OPD di Bangli langganan membeli pernak-pernik penjor di tempatnya. Mulai dari bambu hingga hiasan penjor. “Ada dari sebulan sudah memesan pernak-pernik penjor. Kami menjual bahannya saja,” ujarnya, Senin (29/4). Selain mendapat pesanan dari OPD di Bangli, Gusti Suarsawan juga mendapat pesanan dari beberapa OPD di Klungkung.

Gusti Suarsawan melibatkan keluarga dan tetangga untuk membuat pesanan pernak-pernik penjor. “Kalau ada pesanan, saya minta bantuan tetangga, jadi sama-sama mendapat penghasilan,” ungkapnya. Selain menerima pesanan untuk HUT Bangli, Gusti Suarsawan juga banyak mendapat pesanan jelang Hari Raya Galungan. Untuk Galungan kebanyakan beli penjor jadi, mereka tinggal memasang  di rumah masing-masing. Rata-rata untuk Hari Raya Galungan, bisa sampai membuat 100 penjor.

Harga penjor bervariasi, mulai dari Rp 250 ribu hingga jutaan rupiah. “Tergantung pesanan. Kalau mau yang mewah harga tentu lebih mahal, rata-rata Rp 500 ribu,” jelasnya. Gusti Suarsawan sudah menjalankan usaha buat penjor sejak 5 tahun lalu. Juga melayani penjor hiasan dengan harga paling rendah Rp 2 juta. “Tergantung budget pembeli, nanti kami sesuaikan,” ungkapnya didampingi istri, Gusti Ayu Rasmini.

Terpisah, di kantor Satpol PP sejumlah pegawai tengah sibuk membuat penjor untuk dipasang di Lapangan Kapten Mudita. Mereka memilih membuat penjor sendiri dengan alasan lebih bagus dan menjadikan guyub antar pegawai. “Kami lebih suka kebersamaan. Kalau beli penjor jadi, tidak bisa ngumpul-ngumpul seperti ini,” ujar salah seorang anggota Satpol PP. *esa

Komentar