nusabali

Bidan Gusti Sumiati Berebut Tiket ke Istana

  • www.nusabali.com-bidan-gusti-sumiati-berebut-tiket-ke-istana

Bidan teladan Tingkat Kabupaten Karangasem 2016 I Gusti Ayu Nyoman Sumiati, saat ini tengah mengikuti lomba bidan untuk memperebutkan gelar juara Bidan Mandiri Tingkat Provinsi Bali 2016, sekaligus merebut tiket ke Istana Negara Jakarta, 17 Agustus 2016. 

AMLAPURA, NusaBali
Dalam lomba itu, bertindak selaku Koordinator Dewan Juri dari Provinsi Bali Ida Bagus Putu Mudita.

Dukungan kepada Gusti Sumiati datang dari Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Priagung Duarsa, segenap bidan dan organisasi wanita lainnya di acara penilaian di kediaman Gusti Sumiati di Jalan Samanhudi Amlapura, Jumat (15/4).

Priagung Duarsa dan Bupati Mas Sumatri memberikan motivasi pentingnya memunculkan bidan mandiri sebanyak mungkin, guna meningkatkan kualitas pelayanan. Sementara tercatat ada 100 bidan di Karangasem, tetapi yang berstatus bidan mandiri masih terbatas jumlahnya.

“Lomba ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan secara teknis bidang pelayanan kesehatan,” kata Priagung Duarsa.

Bupati Mas Sumatri mengingatkan, semakin banyak muncul bidan mandiri, masyarakat akan mendapat pelayanan lebih berkualitas. “Paling tidak di setiap kecamatan agar ada bidan mandiri, yang tugasnya membina Posyandu. Sehingga mencegah terjadinya ibu meninggal saat melahirkan,” katanya.

Pelayanan yang diunggulkan oleh Gusti Sumiati selain pemasangan kontrasepsi kepada ibu setelah melahirkan, membantu mengurus akta kelahiran bayi yang baru lahir yang menjadi pasiennya, dan membuat kelas ibu hamil atau TW3 (trimester 3), dengan umur kehamilan 6 bulan ke atas.

“Mudah-mudahan dengan inovasi pelayanan seperti itu, mampu memenangi gelar juara Tingkat Provinsi Bali, agar berhak tampil di Istana Negara saat HUT RI nanti,” harapnya.
Gusti Sumiati mengawali jadi bidan sebagai PTT (Pegawai Tidak Tetap) Desa Seraya Timur, Kecamatan Karangasem tahun 1997-1999, PTT Kelurahan Subagan tahun 1999-2005, dan PNS serta bertugas di Puskesmas Pembantu Subagan sejak tahun 2006.

“Sebagai bidan juga berupaya mengurangi ketergantungan masyarakat saat melahirkan menggunakan perantara dukun beranak,” tambahnya.
Sebab, persalinan identik terjadi pendarahan. Jika pasien mengalami pendarahan, selayaknya dirujuk ke RSUD Karangasem.

Gusti Sumiati dengan latar belakang pendidikan, SD Negeri 4 Subagan tahun 1986, SMP Parisadha Amlapura 1989, SPK (Sekolah Perawat Kesehatan) Denpasar, dan Program Pendidikan Bidan Depkes Denpasar tahun 1998, dan Diploma III Kebidanan Akbid Provinsi Bali tahun 2012. 7 k16

Komentar