nusabali

Membedah Dunia yang Kita Ciptakan bersama Lebih dari 160 Pembicara Ubud Writers & Readers Festival 2018

  • www.nusabali.com-membedah-dunia-yang-kita-ciptakan-bersama-lebih-dari-160-pembicara-ubud-writers-readers-festival-2018

Penyelenggaraan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2018 sudah semakin dekat.

Para bintang sastra tersebut akan berbagi meja-meja panel diskusi dengan Fatima Bhutto, penulis memoar pemenang penghargaan asal Pakistan; Uzodinma Iweala, pembuat film asal Amerika Serikat berdarah Nigeria yang juga merupakan dokter dan CEO The Africa Center di New York; Clemantine Wamariya, penulis memoar kelahiran Rwanda yang menuliskan perjalanan panjangnya mencari suaka di delapan negara Afrika hingga Amerika Serikat; serta Yeb Saño asal Filipina, yang kini menjabat sebagai Direktur dari Greenpeace Asia Tenggara. Sidney Jones yang selama ini diakui dunia telah mampu menangani konflik etnis dan pemberontakan, akan bergabung bersama Janet Steele, penulis buku berjudul Mediating Islam yang fokus terhadap pembahasan tentang Islam, jurnalisme, dan demokrasi di Indonesia dan Malaysia; serta Dina Zaman, penulis buku seputar agama dalam lingkup kehidupan sehari-hari.

Berbagi wawasan yang mendalam dari benua Australia, UWRF akan menghadirkan Gillian Triggs, akademisi ternama sekaligus mantan Presiden Komisi Hak Asasi Manusia Australia; Jill Stark, jurnalis dan penulis biografi; serta Jane Caro, jurnalis dan pemerhati sosial pemenang Walkley Award. Sementara itu, dari India, tahun ini UWRF akan kedatangan Tishani Doshi, penulis sekaligus penari; Gumehar Kaur, pegiat sosial; dan Anuradha Roy, novelis yang karyanya berjudul Sleeping on Jupiter berhasil memenangkan DSC Prize tahun 2016.

Para bintang internasional kelahiran Indonesia yang sedang bersinar juga dihadirkan UWRF 2018 seperti Clarissa Goenawan, penulis Singapura yang sukses dengan karyanya Rainbirds, serta Innosanto Nagara, penulis buku anak-anak, pegiat, dan desainer grafis yang kini menetap di California, Amerika Serikat.

Sederet nama-nama di atas, hanyalah sebagian kecil dari nama pembicara lengkap yang akan mengisi UWRF tahun ini. Program-program menarik yang dibawakan oleh pembicara Festival merupakan upaya Festival untuk menumbuhkan minat dan kecintaan masyarakat terhadap dunia sastra, seni, dan budaya. Tahun ini, Festival merayakan tema ‘Jagadhita’ yang diambil dari filosofi Hindu kuno yang berbicara mengenai kebahagiaan dan kesejahteraan di jagat raya, serta pencarian manusia akan keselarasan hidup dalam konsep tersebut. Melalui tema yang direpresentasikan sebagai ‘Dunia yang Kita Ciptakan’ ini, para pembicara akan mengajak pengunjung Festival untuk ikut membedah sisi lain dunia yang telah ‘dibentuk’ manusia. Tajuk-tajuk menarik di balik dunia sastra dan budaya, hingga bahasan tentang pelestarian alam, feminisme, politik, spiritual, dan isu global yang berkembang, akan dikupas dan diulik secara mendalam oleh para ahlinya.

“Setelah 15 tahun, kami merasa Festival ini telah memenuhi tujuannya, yaitu menjadikan Ubud sebagai pusat bagi para pencinta sastra baik secara nasional maupun internasional. Festival ini juga telah mampu membangkitkan minat terhadap sastra Indonesia. Sebagian besar pengunjung pada hari-hari pertama Festival mengaku bahwa mereka tidak mengetahui apapun mengenai penulis Indonesia. Namun, perlahan hal ini berubah,” ujar Founder dan Director UWRF, Janet DeNeefe.

Bersamaan dengan peluncuran nama lengkap pembicara dan daftar 70 Main Program ini, Yayasan Mudra Swari Saraswati selaku penyelenggara Ubud Writers & Readers Festival juga melakukan penggalangan dana untuk membantu korban gempa bumi Lombok yang terjadi pada hari Minggu (05/08/2018) lalu. Para pembeli tiket bisa menyertakan donasi mereka saat melakukan pembelian tiket Main Program UWRF 2018 melalui laman trybooking.com (UWRF18 4-Day Main Program Pass: https://www.trybooking.com/book/event?eid=411423 | UWRF18 1-Day Main Program Pass: https://www.trybooking.com/book/event?eid=411971) Donasi yang terkumpul akan disalurkan melalui Yayasan IDEP yang saat ini sudah berada di Lombok untuk membantu para korban gempa bumi.*


VIDEO TEASER :

Komentar