nusabali

Plus Minus Lemak

  • www.nusabali.com-plus-minus-lemak

Kini banyak orang yang mulai bersahabat dengan lemak, setelah sebelumnya menganggapnya sebagai nutrisi jahat.

Banyak yang menghindari makanan mengandung lemak. Faktanya, ada lemak baik dan lemak jahat yang terkandung di dalam tubuh. Lemak baik harus dikonsumsi agar tubuh tidak mengalami hal buruk. Ada lima tanda petunjuk harus makan lebih banyak termasuk yang mengandung lemak baik:

1. Lapar sepanjang waktu. Lemak dalam makanan dapat mengatur nafsu makan dan membuat perut kenyang lebih lama sepanjang hari. Karena itu, kekurangan lemak dalam tubuh dapat menjadikan perut selalu lapar.

2. Lelah mental. Perasaan lelah pada mental atau jiwa dapat menurunkan semangat dalam beraktivitas, kemudian membuat jadi lebih cepat marah. Ketika perut kosong, mempengaruhi otak bekerja melambat. Dengan ini, harus meningkatkan asupan omega 3 dan asam lemak.

3. Kulit kering. Ketika kulit terasa kering, bisa jadi tubuh sedang kekurangan lemak. Lemak dalam makanan akan menjadikan kulit lebih baik, karena mengandung nutrisi baik. Minimal sertakan beberapa makanan berlemak dalam makanan untuk mengatasi kulit kering.

4. Merasa dingin sepanjang waktu. Jika kita sering merasa dingin bahkan di musim panas, ada kemungkinan bahwa tubuh kita kekurangan lemak. Bagaimana tidak, lemak di dalam tubuh dapat memberikan kehangatan secara alami bagi kita.

5. Tubuh sering terasa sakit. Ini lebih khusus berkaitan dengan masalah sendi dalam tubuh. Beberapa rasa sakit, mulai dari cedera radang sendi dapat menjadi alasan tubuh mengalami kekurangan lemak. Lemak dapat membantu memulihkan luka dan perbaikan.

Kini banyak orang yang mulai bersahabat dengan lemak, setelah sebelumnya menganggapnya sebagai nutrisi jahat. Minyak kelapa mulai memenuhi rak-rak di pertokoan dan konsumsi daging saat diet pun meningkat.

Namun, yang masih menjadi pertanyaan banyak orang, benarkah lemak pada mentega maupun daging sapi sehat? Agar tak ada salah persepsi lagi mengenai lemak, berikut mitos seputar lemak yang perlu disingkirkan.

*Mitos: Makan lemak membuat tubuh gemuk.

Fakta: Lemak mampu membuat perut kenyang lebih cepat, sehingga makan lebih sedikit.
“Memang benar lemak memiliki lebih banyak kalori per gram dibandingkan karbohidrat dan protein, tetapi memakan lemak merupakan bagian dari hidup sehat juga. Lemak dalam konsumsi diet seimbang tidak akan membuat tubuh gemuk,” kata Michelle Babb, MS, RD, penulis Anti-Inflammatory Eating Made Easy.

Lemak lebih lambat dicerna ketimbang karbohidrat dan merangsang pelepasan hormon kenyang, yang dapat menjaga seseorang dari makan berlebihan.

Bahkan, dalam satu studi, peserta yang mengonsumsi lemak, turun 2 kilogram dalam 18 bulan, sedangkan kelompok yang melakukan diet  rendah lemak hanya menurunkan berat 1,5 kilogram.

Terlebih lagi, lemak memainkan peran positif dalam tubuh, mulai dari produksi hormon untuk fungsi otak yang optimal serta membantu penyerapan nutrisi.

*Mitos: Lemak jenuh menyumbat pembuluh darah arteri dan penyebab serangan jantung. Fakta: Penelitian tak membenarkan pendapat makan mentega dan daging merah mengarah ke serangan jantung.

Selama beberapa dekade pikiran telah “didoktrin”  lemak jenuh dalam mentega, keju, dan daging merah dapat menyumbat arteri dan menyebabkan serangan jantung.
Namun, sebuah studi dalam jurnal Annuals of Internal Medicine tak menemukan adanya hubungan langsung antara memakan lemak jenuh dengan meningkatnya risiko serangan jantung.

Satu studi bahkan menemukan, tingkat yang lebih tinggi dari lemak jenuh dikaitkan dengan rendahnya risiko penyakit jantung. Namun bukan berarti lemak jenuh adalah makanan yang sehat, hanya saja bukan sebuah dosa. Intinya, makan bervariasi adalah kunci kesehatan.

*Mitos: Mentega adalah makanan jahat.
Fakta: Sedikit mentega pada makanan tidaklah buruk.
Sebuah penelitian terbaru di American Journal of Clinical Nutrition menemukan asupan mentega yang cukup dapat menjadi bagian penting dari diet yang sehat.

Tapi, ini bukan berarti bebas mengolesi kudapan harian dengan mentega, mengonsumsi banyak roti, dan sebagai saus pada sayuran agar terasa nikmat. “Jangan berlebihan,” Babb memperingatkan.

Selanjutnya...

Komentar