nusabali

Cok Ace Tak Jamin Muluskan Paket Aman

  • www.nusabali.com-cok-ace-tak-jamin-muluskan-paket-aman

Sebagai Ketua DPC PDIP, Mahayastra belum berani menyebut target, berapa persen kemenangan Paket KBS-Ace di Pilgub dan Paket Aman di Pilkada Gianyar

GIANYAR, NusaBali
Tokoh Puri Agung Ubud, Gianyar, Tjokorda Oka Arta Adhana Sukawati alias Cok Ace dipastikan jadi Cawagub Bali bertandem dengan I Wayan Koster alias Koster Bali Satu (KBS) untuk Pilgub Bali, 27 Juni 2018. Apa dampaknya bagi Pilkada Gianyar 2018? Meski Cok Ace dicalonkan PDIP, tak berarti Pakat Aman (Made Agus Mahayastra-AA Gde Mayun) dari PDIP, bisa memuluskan Paket Aman menang di Pilkada Gianyar.

“Apakah keberadaan Cok Ace akan mempermudah Paket Aman menang di Gianyar, pembuktiannya setelah perhelatan itu berlangsung. Terlalu dini, jika menyebut ‘mudah menang’. Mungkin setelah H-sebulan, akan bisa dibaca tanda-tandanya, Paket Aman bisa menang atau tidak,” jelas Ketua DPC PDIP Gianyar, Made ‘Agus’  Mahayastra, Minggu (12/11).

Cabup Gianyar dari Paket Aman yang masih bersabar menunggu rekomendasi DPP PDIP ini mengaku, biasanya dalam fakta-fakta perhelatan politik dari dulu, dari mana asal politisi itu, maka di sanalah suaranya akan sangat kuat. Namun apakah keberadaan Cok Ace akan menguntungkan Paket Aman, hal itu tentu harus dibuktikan saat hari H, atau H-sebulan pencoblosan.

Sebagai Ketua DPC PDIP, Mahayastra belum berani menyebut target, berapa persen layaknya Paket Koster-Ace di Pilgub dan Paket Aman di Pilkada Gianyar. PDIP hanya bisa kerja dan bekerja untuk Pilkada Gianyar maupun Pilgub Bali 2018. “Kalau nanti sudah sama-sama turun ke masyarakat (kampanye, red), baru kami bisa membaca target perolehan suara paket berapa,” jelasnya.

Beberapa waktu lalu, Koalisi Gianyar Bangkit (KGB) telah merekomendasi tokoh Puri Agung Ubud lainnya, Tjokorda Raka Kerthyasa alias Cok Ibah sebagai cabup dan bertandem dengan Pande Istri Maharani Prima Dewi sebaai cawabup, untuk Pilkada Gianyar. Paket ini dengan dukungan pokok dari Golkar, Demokrat, Gerindra, dan PKPI.

Sementara itu, Cok Ibah bersikap dingin terkait keberadaan Cok Ace yang diusung PDIP sebagai Cawagub Bali. “Saya biasa gen yeee (biasa-biasa saja, red)” ujarnya.

‘Biasa-biasa’ dimaksud karena antara dirinya dan Cok Ace sama-sama mendapatkan kepercayaan menjalankan tugas dan kewajiban kepada negara/wilayah masing-masing melalui demokrasi (Pilkada).

Ditanya tentang strategi pihak Puri Agung Ubud dalam memenangkan Cok Ace dan dirinya yang sama-ama dari Puri Agung Ubud, Cok Ibah mengaku, tidak tahu. Namun untuk kemenangan dirinya, Cok Ibah menyatakan akan lebih fokus mohon dukungan kepada kader dan simpatisan Golkar. Karena dirinya kader Partai Golkar. “Apalagi saya (selaku anggota DPRD Bali, red) memfasilitasi penyaluran bansos dari Pemprov Bali melalui kader Partai Golkar,” jelasnya.

Cok Ibah mengaku tak punya teknik atau kiat-kiat tertentu untuk memenangkan dua tokoh dari Puri Agung Ubud pada perhelatan Pilkada Gianyar dan Pilgub Bali nanti. Jelas dia, sejauh ini belum ada pembahasan terkait semeton dan para pendukung Puri Agung Ubud untuk memenangkan dua tokoh Puri Agung Ubud itu. “Apakah akan ada pembahasan seperti itu, to be sing tawang. Bin mani kenken kaden cuaca ne (itu lah saya tidak tahu. Besok-besok bagaimanakah perkembangan politik yang ada,” jelasnya.

Juru bicara KGB, Ngakan Ketut Putra mengatakan, dirinya di KGB sejak awal tak pernah mempersoalkan munculnya dua tokoh dari Puri Agung Ubud, yakni Cok Ibah untuk Pilkada Gianyar dan Cok Ace untuk Pilgub Bali, dengan dukungan partai berbeda. Karena KGB, sebagaimana pemahaman kalangan semeton Puri Agung Ubud, dan masyarakat di Gianyar, antara Pilkada Gianyar dan Pilgub Bali pada ranah politik yang berbeda. Artinya, setiap orang punya dua suara, yakni suara untuk Pilkada Gianyar dan Pilgub Bali.

“Politik di Gianyar memang sarat nilai-nilai kearifan lokal. Karena itu, orang Gianyar, pasti sangat paham tentang mana pemimpin yang pangus, pantes, patut, dan pasaja. Dan, mana juga hanya berjanji-jani karena demi kekuasaan,” jelasnya.

Ngakan Putra dan jajaran KGB meyakini, kehadiran Cok Ace sebagai Cawagub Bali, bukan hal mengejutkan. Karena hal itu sudah bergulir sejak lama. Pihaknya meyakini, semua itu akan berjalan seirama.

“Malah keberadaan dua tokoh satu puri ini akan menjadi pemanis demokrasi, khususnya di Gianyar. Saya amat yakin para semeton Puri Agung Ubud dan masyarakat yang  dekat dengan Puri Agung Ubud, wikan (cerdas) menyikapi hal ini,” jelas politisi PKPI asal Lingkungan Sampiang, Kota Gianyar ini. *lsa

Komentar