nusabali

Padas Bali Kian Langka

  • www.nusabali.com-padas-bali-kian-langka

Adanya batasan penambangan, kini kian sulit mendapatkan ukiran ‘batu padas Bali’.

Ukiran Batu Putih Yogya 'Berkibar'


DENPASAR, NusaBali
Namun para perajin tak kekurangan akal. Mereka ‘mengimpor’ batu putih dari Daerah Istimewa Yogyakarta.  Berton-ton batu putih dalam bentuk balok- balok tipis atau gelondongan didatangkan dari ‘tanah seberang’,  untuk diukir atau dibentuk orgnamen hias.  Batu itu menjadi alternatif dekorasi (ukiran) bangunan bercita rasa Bali oleh para pengusaha dan perngukir Bali, yang biasanya menggunakan batu padas Bali.

Salah satunya di sentra kerajinan maupun bisnis patung dan ukiran batu sepanjang jalur utama Batubulan sampai Singapadu, Sukawati Gianyar. Puluhan tukang ukir di jalur yang menembus ke Ubud menggunakan batu putih Yogya sebagai bahan dasar ukiran hias. Mulai dari pandil (rilief), aneka patung dan bentuk hiasan lainnya. Teksturnya yang nyampuh (padat namun tidak keras) salah satu alasan mengapa tukang ukir suka menatah batu putih Yogya.

“Pahat kita awet tumpulnya,” ujar I Wayan Brahmantara, salah seorang tukang ukir sekaligus pengusaha jual beli ukiran ornamen batu, Selasa (7/11). Ditemui di art shopnya di jalan raya Negari Desa Singapadu, Brahmantara menuturkan, karena teksturnya yang nyampuh itulah para pengukir suka memahat batu putih Yogya. Jika mengukir batu padas, tiga kali dalam seminggu  tukang ukir sudah harus mengasah pahat-pahat dan perabotan mereka.

Sedang jika mengukir batu Yogya, mengasah pahat dan perabotan lain cukup sekali seminggu. “Enak kita mengukirnya,” lanjut Brahmantara. Selain faktor tekstur, tentu saja ‘bisnis’ ukiran batu putih Yogya lumayan berkibar. Boleh dikata, ukiran batu-batu putih salah satu yang sedang tren untuk dekorasi bangunan, baik perumahan maupun sarana akomodasi pariwisata, seperti hotel, bangunan restoran, lanskap dan lainnya. Termasuk juga untuk bahan maupun hiasan bangunan suci.

“Meski tidak ramai, tetapi rutin ada pesanan,” ungkap  Brahmantara.  Karena itulah bisnis ukiran batu putih Yogya bisa dikata sedang berkibar.  

Pasarannya juga tak jauh-jauh. Dominan pemesan dari lokal (orang Bali). Sedang wisatawan manca negara jarang-jarang. Harganya relatif murah, karena harga bakalan padas putih juga tidak mahal. Misalnya satu bidang padas putih dengan ukuran 100 x 50 x 5 centi meter harganya tak lebih dari Rp 150.000. Setelah menjadi ukiran, harganya tidak lebih dari Rp 1,5 juta.

“Lebih murah dibanding dengan ukiran dari padas jenis batu padas lain,” ujar perajin lainnya. Artinya harga ukiran batu padas putih Yogya jangkauan pasarannya lebih luas, karena harganya lebih murah. “Daya tahan juga lumayan,” tambahnya.

Hanya saja batu putih Yogya ini cepat lumutan, kalau sering kena guyuran hujan. Namun ada tips untuk membuat awet (tidak lumutan). “Sebelum dipasang dikuting (diberi pelapisan dengan sejenis cairan yang kedap hujan),” kata Brahmantara. Otomatis ukiran batu putih tetap utuh.  *k17.

Komentar