nusabali

Epilepsi Kambuh, Teruna Lingsir Tewas Nyemplung ke Sumur

  • www.nusabali.com-epilepsi-kambuh-teruna-lingsir-tewas-nyemplung-ke-sumur

Saat berhasil dievakuasi dari sumur sedalam 14 meter, korban I Ketut Budi Ardika sebenarnya masih bernapas. Namun, teruna lingsir berusia 47 tahun ini dinyatakan meninggal saat tiba di RSUD Negara.

Nengah Weli mengaku tidak memiliki firasat apa pun sebelum kejadian maut menimpa putranya, Budi Ardika, yang merupakan anak ke-6 dari 7 bersaudara. Namun, sekitar lima hari sebelum musibah, dia sempat mimpi aneh pertanda akan terjadi sesuatu. Kala itu, dia mimpi giginya tanggal. 

Biasanya, kata Nengah Weli, setiap mendapat mimpi aneh, pasti ada kejadian di belakangnya. “Biasanya begitu. Tapi, saya tidak menyangka kejadiannya seperti ini,” keluhnya.

Hingga Kamis sore, jenasah korban tewas kecebur sumur akibat penyakit ayan kumat ini masih disemayamkan di rumah duka, Banjar Satria, Desa Pakraman Pendem. Pihak keluarga masih mencari dewasa ayu (hari baik) untuk menguburkan jenazah Ketut Budi Ardika.

Sementara itu, jajaran kepolisian kemarin sempat terjun ke lokasi musibah di pekarangan rumah korban Budi Ardika di Lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana untuk melakukan olah TKP. Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Gusti Made Sudarma Putra, terjun langsung memimpin proses olah TKP.

Menurut Sudarma Putra, pihaknya baru menerima informasi soal musibah maut yang menimpa korban Budi Ardika, beberapa saat setelah kejadian. Berdasar pemeriksaan medis, kata dia, korban diperkirakan sudah selama 30 menit tenggelam di dalam sumur maut sebelum berhasil dievakuasi.

Dari hasil pemeriksaan medis, menurut Sudarma Putra, juga tidak ditemukan ada tanda-tanda bekas tindak kriminal di balik musibah ini. Jadi, ini diyakini murni kecelakaan. “Menurut keterangan keluarga, korban memang punya penyakit  epilepsi. Diduga kuat penyakitnya kambuh saat menimba air di sumur,” tandas Sudarma Putra saat dikonfirmasi NusaBali terpisah, Kamis kemarin. 7 ode

Komentar