nusabali

Gek Rani Nahkodai KPPI Denpasar

  • www.nusabali.com-gek-rani-nahkodai-kppi-denpasar

KPPI Denpasar tidak mau hanya menjadi interior atau dipampang di etalase dalam dunia politik dan demokrasi di Bali

Tembus Kursi Pencalegan dengan Kualitas Anggota


DENPASAR,NusaBali
DPD Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Bali dibawah pimpinan Dewa Ayu Sri Wigunawati memenuhi janjinya bergerak cepat membentuk kepengurusan di kabupaten dan kota. Dalam konsolidasi KPPI di Kota Denpasar, Jumat (15/9) siang kemarin, kepengurusan KPPI Denpasar terbentuk. I Gusti Agung Mas Seri Lestari alias Gek Rani terpilih sebagai Ketua KPPI Denpasar periode 2017-2022.

Gek Rani yang juga Ketua DPC Perindo Kota Denpasar ini terpilih secara aklamasi melalui konsolidasi yang diikuti para srikandi, dari perwakilan partai politik peserta pemilu 2014.

Ketua KPPI Bali Sri Wigunawati dan Bendahara KPPI Bali Ni Wayan Sari Galung memimpin acara konsolidasi tersebut. Terpilihnya Gek Rani tidak membutuhkan waktu yang lama. Hampir semua perwakilan parpol mengarah kepada politisi perempuan asal Kota Denpasar ini untuk memimpin KPPI Denpasar. Gek Rani memimpin KPPI Denpasar dengan kepengurusan inti yang cukup gemuk sekitar 20 orang. Begitu terbentuk KPPI Denpasar nanti akan membentuk divisi-divisi lagi.

Ketua KPPI Denpasar terpilih Gek Rani mengatakan, KPPI Denpasar tidak mau hanya menjadi interior atau dipampang dalam etalase dalam dunia politik dan demokrasi di Bali. KPPI Denpasar ingin mengedor partai politik supaya anggota KPPI punya peluang berkiprah di dunia politik dan demokrasi secara maksimal. “Bisa memberikan warna, bukan hanya menghiasi dunia politik, sekedar jadi kader partai. Nggak cukup begitu. Caranya ya menggedor partai politik supaya lebih memaksimalkan peran kader perempuannya. Jangan jadi pelengkap saja ketika musim pemilu,” ujar mantan Caleg DPRD Bali dapil Badung 2009 ini.

Gek Rani mengatakan, KPPI adalah organisasi yang bersifat sosial untuk memajukan peran perempuan. Ada misi dan edukasi terhadap politisi perempuan dan masyarakat bahwa politik itu tidak identik dengan hal-hal kotor, tipu muslihat. “Dengan segala kemampuan kita mau gali dan berdayakan perempuan supaya mereka lebih punya kualitas ketika diterjunkan partainya di pemilu. Bahkan bisa melebih kuota 30 persen dalam pencalegan,” ujar Srikandi yang juga notaris ini.

KPPI Denpasar nanti akan menggandeng elemen dan lembaga perempuan dan politik untuk terus memberikan pendidikan politik, seminar sebagai upaya penguatan organisasi perempuan ini. Gek Rani juga menegaskan, perjuangan kuota 30 persen perempuan dalam pencalegan tidak hanya saat musim pemilu. “Kita tidak akan asal comot saja, maka mereka harus dibentuk untuk bisa berkualitas dan siap. Tidak dianggap remeh oleh laki- laki. Paradigma ini mau kita hapus,” ujar Gek Rani.

Gek Rani mengatakan, di Perindo sendiri kader yang punya kinerja yang digunakan dan dicalonkan. “Jadi figur yang punya elektibilitas dan kapabilitas yang dipakai. Perempuan harus tunjukkan kualitasnya. Perempuan hapus kesan sebagai interior saja. Buktikan dengan kinerja dan kualitas dan partai politik memang membutuhkan perempuan. Bukan karena kuota,” tegas Gek Rani.

Sementara Ketua KPPI Bali Sri Wigunawati mengatakan, usai pembentuka KPPI Denpasar, akan dilanjutkan dengan KPPI di Kabupaten dan Kota. Target KPPI Bali pada akhir 2017 seluruh kabupaten dan kota sudah terbentuk kepengurusan. “Kita akan lanjutkan pembentukan di kabupaten lainnya. Hari ini Denpasar tuntas, nanti di kabupaten lainnya kita akan roadshow. Komunikasi kita sudah berjalan dengan teman-teman di kabupaten,” ujar politisi Partai Golkar Provinsi Bali ini. *nat

Komentar