nusabali

Pj Bupati Buleleng Pimpin Aksi Pemberantasan Nyamuk DBD

Diawali di Desa Anturan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng

  • www.nusabali.com-pj-bupati-buleleng-pimpin-aksi-pemberantasan-nyamuk-dbd
  • www.nusabali.com-pj-bupati-buleleng-pimpin-aksi-pemberantasan-nyamuk-dbd

SINGARAJA, NusaBali - Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana memimpin langsung aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Aedes Aegypti penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Anturan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Jumat (26/4).

Pemberantasan sarang nyamuk ini dilakukan dengan fogging (pengasapan) dan juga pembersihan yang melibatkan masyarakat, melalui aksi Buleleng Antisipasi Demam Berdarah (Bulan Merah).

PSN akan dilakukan di 148 desa/kelurahan di wilayah Buleleng yang dipusatkan di Desa Anturan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng. Selanjutnya wilayah kecamatan lain akan dipusatkan sesuai dengan jadwal yang sudah disiapkan. Kegiatan ini juga diikuti oleh pegawai Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Puskesmas Buleleng III, jajaran Polres Buleleng dan Kodim 1609/Buleleng serta siswa sekolah setempat.

Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana mengatakan Desa Anturan menjadi lokus kegiatan PSN karena masuk sebagai salah satu dari 15 desa/kelurahan dengan kasus tertinggi DBD di Buleleng. Dari total 637 kasus DBD yang tercatat di Dinas Kesehatan Buleleng, 27 kasus di antaranya adalah warga Anturan. Jumlah masyarakat yang dilibatkan dalam PSN massal ini menelisik setiap sudut desa. Tidak hanya membersihkan sampah dan potensi genangan air, tetapi gorong-gorong juga menjadi sasaran utama pengasapan.

“Saat ini kita tengah masuk masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Masa-masa yang sangat disukai wabah DBD. Untuk itu kita perlu melakukan tindakan preventif promotif agar tidak terjadi wabah,” terang Lihadnyana. Dia pun mengajak masyarakat dengan kesadaran penuh ikut menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya. Menurutnya kebersihan lingkungan adalah yang paling utama untuk dapat mencegah dan menekan semaksimal mungkin wabah DBD. Aksi Bulan Merah juga akan dilakukan terus dan bersambung setiap minggunya difokuskan dari satu kecamatan ke kecamatan lain.

“Minggu depan kita pilih lagi tempatnya di mana. Nanti kita kolaborasi dengan TNI dan Polri di kecamatan lain. Misalnya minggu depan di kecamatan Gerokgak sekalian dengan program Jumat Curhat itu bagus sekali jadi terpadu. Sehingga pemerintah bisa lebih dekat lagi dengan masyarakat,” terang pejabat asal Desa Kekeran, Kecamatan Busungbiu ini.

Pj Lihadnyana juga mengimbau agar kepala wilayah (Camat dan Perbekel) lebih aktif dalam mengantisipasi kasus DBD. Sebab kasus DBD selalu muncul pada musim pancaroba. “Sebenarnya kita sudah tahu pada masa transisi bulan-bulan ini DBD biasa mewabah. Kepada camat, perbekel, kalau sudah transisi begini jangan sampai harus diberitahu dulu baru bergerak. Lakukan pembersihan, fogging, dan pemberantasan sarang nyamuk. Kasus di Buleleng memang masih sedikit tapi jangan tunggu sampai banyak,” ungkap Lihadnyana.

Sementara itu Perbekel Anturan, I Ketut Soka menjelaskan tindakan pencegahan sudah dilakukan dengan sosialisasi dan edukasi bersama pihak kesehatan. Kemudian menjelang hari raya warga juga sudah dikerahkan untuk membersihkan lingkungan. Gotong royong pembersihan lingkungan rutin dilakukan kolaborasi pemerintah dinas dengan pemerintah adat.

Sedangkan untuk pemberantasan nyamuk dewasa, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan pengasapan. “Kami dari pemerintah desa sebenarnya sudah melakukan antisipasi pancaroba, tatkala kita mau fogging, mesin kita rusak dua-duanya, segera saya laporkan ke dinas kesehatan dan rencananya hari ini dan besok akan fogging secara menyeluruh,” terang Perbekel Ketut Soka. @ k23

Komentar