nusabali

Animo Mudik Tahun Ini Lebih Tinggi

  • www.nusabali.com-animo-mudik-tahun-ini-lebih-tinggi

Data perbandingan arus mudik H–7 hingga H–3 tahun 2023 dan 2024, di Pelabuhan Gilimanuk jumlah kapal yang beroperasi 154 kapal (2023) menjadi 162 kapal (2024), dengan jumlah penumpang dari 246.602 orang (2023) menjadi 273.570 orang (2024).

DENPASAR, NusaBali
Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Bali mengungkapkan bahwa animo mudik masyarakat pada tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini sudah sesuai dengan prediksi, baik mengenai jumlah penumpang ataupun kendaraan yang akan mudik melalui darat. 

Data yang dirilis juga menunjukkan bahwa pada 7-8 April 2024, berbagai Satuan Pelaksana (Satpel) pelabuhan dan terminal di Bali menerima jumlah penumpang dan kendaraan yang signifikan. Di Satpel Gilimanuk, tercatat 35 kapal beroperasi jumlah penumpang mencapai 77.867 orang. Sementara itu, di Satpel Terminal Mengwi, kegiatan arus mudik juga tak kalah padat. Lebih dari 2.830 orang berangkat dengan 91 unit bus, sementara dari luar Bali, 1.043 orang tiba di terminal dengan 55 unit bus. Satpel Padangbai jumlah kapal yang beroperasi 17 unit, dengan 8.523 penumpang.

Perbandingan data antara tahun 2023 dan 2024 pada rentang waktu H-7 sampai H-3 Lebaran juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Terminal Mengwi mencatat peningkatan jumlah keberangkatan bus dari 271 bus (2023) menjadi 435 bus (2024), serta peningkatan jumlah penumpang dari 8.055 orang (2023) menjadi 12.467 orang (2024). 

Sementara itu, di Pelabuhan Gilimanuk terjadi peningkatan jumlah kapal yang beroperasi dari 154 kapal (2023) menjadi 162 kapal (2024), dengan peningkatan jumlah penumpang dari 246.602 orang (2023) menjadi 273.570 orang (2024). Sedangkan di Pelabuhan Padangbai kapal yang beroperasi dari 66 kapal (2023) menjadi 74 kapal (2024), dengan peningkatan jumlah penumpang dari 24.014 orang (2023) menjadi 27.933 orang (2024). Dan baik 2023 dan 2024 rata-rata masih terbanyak pemudik yang menggunakan sepeda motor daripada mobil ataupun angkutan umum.

Koordinator Posko Angkutan Lebaran 2024 di Kantor BPTD Kelas II Bali Achmad Erwin Rahadi, menjelaskan bahwa peningkatan minat mudik ini disebabkan oleh berbagai faktor, terutama karena tidak adanya lagi pembatasan-pembatasan yang sebelumnya diberlakukan akibat pandemi Covid-19. 

“Pada tahun 2021 dan 2022, saat puncak pandemi, masyarakat masih merasa takut untuk melakukan perjalanan. Namun, 2023 sampai dengan 2024 ini, animo masyarakat sangat tinggi karena salah satunya banyaknya pilihan angkutan mudik gratis yang disediakan,” ucap Erwin.

Yang lebih utama, menurut Erwin, karena adanya Surat Keputusan Bersama Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Direktur Jenderal Bina Marga No KP-DRJD 1305 Tahun 2024, Nomor SKB/67/II/2024, Nomor 40/KPTD/Db/20224 tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan Serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2024/1445 Hijriah. 

Erwin menjelaskan bahwa pihak pemerintah dan stakeholder daerah telah melakukan persiapan yang matang terkait dengan angkutan darat, laut, dan udara. Hal ini mencakup penyiapan kapal-kapal tambahan untuk melayani rute-rute yang rawan peningkatan, seperti rute Ketapang–Glimanuk, serta pemeriksaan kendaraan secara menyeluruh sebelum atau saat persiapan angkutan mudik Lebaran.

Erwin menerangkan, mengantisipasi lonjakan jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor, BPTD dan stakeholder telah memasang tenda di pelabuhan-pelabuhan untuk antrean menuju kapal agar pemudik tidak kepanasan. Selain itu, untuk transportasi darat, bus-bus cadangan telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan pemudik di terminal. 

Erwin memperkirakan arus balik akan meningkat pada H+3 dan H+5, karena pada H+7 cuti bersama sudah berakhir, dan para pekerja sudah mulai kembali ke aktivitas rutin. 7 cr79

Komentar