nusabali

Belasan Penerangan Jalur Besakih Rusak

  • www.nusabali.com-belasan-penerangan-jalur-besakih-rusak

Jika dilakukan pergantian untuk saratusan titik, biayanya cukup besar. Selama ini juga ada kesulitan teknisi. Untuk menjaga agar PJUTS tetap berfungsi, mesti rutin perawatan.

AMLAPURA, NusaBali
Belasan PJUTS (penerangan jalan umum tenaga surya) di jalur Pura Besakih, terdata di Banjar Batusesa, Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Karangasem, rusak. Karena PJUTS mati sehingga jalur tersebut menjadi gelap.

Kadis Perhubungan Karangasem Tjokorda Made Surya Darma mengakui hal itu di Amlapura, Rabu (4/4). Dia mengakui, bantuan PJUTS dari Kementerian Perhubungan RI tahun 2019, sebanyak 325 titik. Titik lampu ini ada di jalur Banjar Batusesa, Desa Menanga, Kecamatan Rendang menuju Pura Besakih, Desa Besakih, Kecamatan Rendang sebanyak 150 titik, di jalur Banjar Pakel, Desa Antiga, Kecamatan Manggis sebanyak 35 titik, di jalur Banjar Amed, Desa Purwakerti, Kecamatan Abang hingga Banjar tanah Aron, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem sebanyak 20 titik dan lain-lain.

Tiap titik PJUTS, katanya, masing-masing berkekuatan 40 watt, yang perlengkapannya terdiri dari modul solar panel 150 Wp, lampu led 40 watt setara dengan kekuatan 160 watt lampu mercuri, baterai deep cucle VRLA 12 V75 Ah 2 pcs, baterai control unit auto on/off, box power, solar bracket, dan yang lainnya, dengan harga satu paket Rp 15 juta.

Umur PJUTS telah 5 tahun lebih sejak 2019. Menurut Kadis Perhubungan Tjok Made Surya Darma, sewajarnya mulai rusak. Kelebihannya hanya hemat energi, ramah lingkungan, biaya operasionalnya rendah, energi listrik disimpan di baterai. Sedangkan kekurangannya, daya yang dihasilkan akan berkurang ketika mendung, posisinya mesti di bawah sinar matahari.

“Walau PJUTS, mulai direalisasikan tahun 2019, yang menggunakan tenaga surya, sebenarnya biaya pemeliharaannya tetap mahal, walau tiap bulan tidak bayar rekening listrik,” jelasnya.

Kata dia, harga baterai lampu ini mahal. Jika dilakukan pergantian untuk saratusan titik, biayanya cukup besar. Selama ini juga ada kesulitan teknisi. Untuk menjaga agar PJUTS tetap berfungsi, mesti rutin perawatan, bagian solar sistem itu agar terus dibersihkan agar tidak ada debu yang melekat. Selain itu, agar tidak tertutup daun, atau jadi sarang tawon, atau sarang semut. Terakhir, bantuan PJUTS tahun 2019, setelah itu tidak ada lagi.7k16

Komentar