nusabali

Umat Katolik Lakukan Prosesi Cium Salib

Perayaan Jumat Agung di Gereja Paroki Roh Kudus Babakan

  • www.nusabali.com-umat-katolik-lakukan-prosesi-cium-salib

MANGAPURA, NusaBali - Gereja Katolik Paroki Roh Kudus Babakan di Jalan Raya Babakan Canggu No 54, Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung merayakan Hari Wafatnya Yesus Kristus atau disebut juga dengan Jumat Agung, Jumat (29/3).

Lebih dari 1.000 umat Katolik mengikuti ibadah dengan khidmat. Sebagian besar dari mereka terlihat mengenakan pakaian adat Bali. Salah satu yang unik dalam perayaan Jumat Agung ini, yakni prosesi cium Salib.

Pastor Paroki Roh Kudus Babakan Canggu, Rd Rony Alfridus Bere Lelo mengatakan umat ke gereja dengan mengenakan pakaian adat Bali sebagai upaya untuk menjaga akulturasi antara agama Katolik dan budaya Bali. 

"Tradisi di Gereja Paroki Roh Kudus Babakan ini setiap hari raya umat diimbau untuk mengenakan pakaian adat Bali, untuk mengingatkan kita akan tradisi Bali, jadi antara iman Katolik dan Adat Bali itu tidak boleh dipisahkan tetapi harus dikawinkan agar makna agama, iman dan budayanya tetap terpelihara dengan baik,” ujar Pastor Rony. Kebiasaan ini sudah dilakukan sejak gereja Katolik masuk di Babakan Canggu sekitar 83 tahun silam.

Foto: Petugas gereja Prodiakon membawa Salib Yesus saat ibadah Jumat Agung di Gereja Katolik Paroki Roh Kudus Babakan. -YUDA

Pastor Rony juga menjelaskan makna mendalam dari perayaan Jumat Agung ini. Menurutnya, peristiwa ini adalah momentum penting bagi umat untuk merenungkan pengorbanan Kristus yang disalib sebagai tebusan bagi dosa manusia. Dalam perayaan ini, umat diajak untuk memahami bahwa pengorbanan Kristus di kayu salib adalah tindakan cinta yang tak terbatas. 

"Yesus Kristus rela berkorban dipaku di kayu salib demi menebus dosa umat manusia, kalau Tuhan Yesus tidak disalib kita umat manusia hidup dalam kegelapan dosa. Maka pada acara ini umat Katolik diingatkan bahwa dosa kitalah yang menyebabkan Tuhan Yesus disalib supaya kita umat manusia bisa bertobat jadi lebih baik dari waktu ke waktu," ucap Pastor Rony atau biasa dipanggil Romo.

Rangkaian acaranya disebut Pekan Suci yang dilaksanakan mulai, Minggu (24/3) lalu atau disebut Minggu Palma kemudian Kamis Putih dan Jumat Agung. Lalu pada Sabtu (30/3) malam Paskah atau Vigili Paskah dan Minggu (31/3) besok puncak Paskah. 

Pastor Rony menjelaskan tiap bagian dari perayaan ini memiliki makna yang dalam. Minggu Palma menandai kedatangan Yesus ke Yerusalem, Kamis Putih mengenang Perjamuan Terakhir, Jumat Agung menggambarkan penyaliban Kristus, dan Vigili Paskah mempersiapkan umat untuk kebangkitan Kristus.

Dalam prosesi perayaan Jumat Agung, umat Katolik dibimbing melalui tiga tahap, yakni Liturgi Sabda, Doa Umat Maria, dan Komuni. Penciuman salib menjadi momen refleksi di mana umat dapat menyatu dengan penderitaan Kristus. 

Foto: Pastor Paroki Roh Kudus Babakan, Rd Rony Alfridus Bere Lelo. -ADI PUTRA

Satu per satu umat yang hadir lakukan prosesi cium salib yang dibawa Prodiakon. Pastor Rony menjelaskan bahwa ini adalah simbol kebahagiaan yang sesungguhnya, karena tanpa salib, tidak akan ada kebangkitan. Pembagian komuni, tradisi di Gereja Katolik, dimana anak akan menerima hosti (sakramen atau roti dan anggur). 

Perayaan Jumat Agung di Paroki Roh Kudus Babakan Canggu tidak hanya dihadiri oleh umat lokal, tetapi juga banyak dari luar Bali. Pastor Rony berharap perayaan ini dapat menginspirasi umat untuk mengurangi dosa dan meningkatkan perbuatan baik, sehingga kebaikan dapat bersemi di tengah-tengah masyarakat. 7 cr79

Komentar