nusabali

Kunjungan ke Pantai Baluk Rening Anjlok

  • www.nusabali.com-kunjungan-ke-pantai-baluk-rening-anjlok

Kunjungan ke Pantai Baluk Rening sebagai objek wisata primadona di Jembrana mulai anjlok. Objek wisata pantai di Banjar Baluk Rening, Desa Baluk, Kecamatan Negara ini turun drastis sejak tahun 2010, tepatnya saat pantai rusak diterjang abrasi. 

NEGARA, NusaBali
Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Baluk, I Nengah Mertayasa mengatakan, sebelum abrasi pendapatan dari pungutan tiket masuk mencapai Rp 50 juta per tahun. Harga tiket masuk sebesar Rp 1.000. Setelah abrasi, sejak tahun 2012, hasil penjualam tiket masuk rata-rata Rp 27 juta per tahun. “Dampak abrasi  berpengaruh ke jumlah kunjungan,” ungkap Mertayasa, Rabu (6/1). 

Dikatakan, sebelum abrasi, hamparan pantai sangat bagus. Gazebo yang dibangun di sejumlah titik mempercantik pantai Baluk Rening. Pesona bibir pantai yang hancur kemudian diperbaiki dengan penyenderan pada tahun 2013. Penyenderan ini mampu mengatrol jumlah kunjungan. Dari pembukuan manajemen BUMDes Baluk selaku pengelola, pada tahun 2014 jumlah pendapatan dari penjualan tiket mencapai Rp 32 juta. Jumlahnya kembali meningkat di tahun 2015 dengan pendapatan Rp 38 juta. 

Meski terjadi peningkatan, jumlahnya tidak sebanding dengan kunjungan sebelum terjadi abrasi. “Hamparan pasirnya semakin sempit dan kebanyakan karang,” ungkap Mertayasa. Dikatakan, pengunjung ke Pantai Baluk Rening tujuannya mandi dan saksikan sunset. Di hari-hari biasa, jumlah kunjungan tak seberapa. Namun pada hari Minggu atau hari libur lainnya, pengunjung biasa memadati Pantai Baluk Rening. 

Khusus hari Minggu, pendapatan dari penjualan tiket masuk rata-rata mencapai Rp 400 ribu per hari. Sementara pada libur Galungan dan Kuningan, bisa tembus Rp 3 juta per hari. “Kunjungan paling ramai biasanya saat ngembak Nyepi. Kami sampai kewalahan pungut karcis, dan kebanyakan biasanya lolos,” imbuhnya. 

Dalam mengelola objek, BUMDes Baluk bekerjasama dengan salah satu hotel selaku pemilik lahan sekaligus penyedia fasilitas umum di pantai tersebut. Sehingga ada bagi hasil yakni 20 persen untuk pihak hotel, 25 persen BUMDes Baluk, 20 persen ke Perbekel Desa Baluk, 20 persen Desa Adat Baluk, dan 15 persen Banjar Adat Baluk Rening. “Tapi setelah terjadi abrasi, kunjungan jadi sepi,” keluh Mertayana. 7 ode

Komentar