nusabali

Ekonomi Bali Diprediksi Tumbuh 5-5,8 Persen

  • www.nusabali.com-ekonomi-bali-diprediksi-tumbuh-5-58-persen

DENPASAR, NusaBali - Ekonomi Bali pada triwulan IV 2023 tumbuh menguat 5,86 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dari triwulan sebelumnya sebesar 5,36 persen. Tingkat pertumbuhan ekonomi Bali juga lebih tinggi dibandingkan nasional yang tumbuh sebesar 5,04 persen (yoy).

Tumbuh 5,86 persen tersebut menempatkan Bali pada peringkat 6 dari 34 provinsi di Indonsia dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi. Sedang tahun 2024 ekonomi Pulau Dewata ini diprediksi tumbuh 5-5,8 persen.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali (KPwBI Bali) Gusti Agung (GA) Diah Utari, menyampaikan dalam kegiatan ‘Ngeraos Bareng Media’ di  Royal Pita Maha, Kedewatan, Ubud, Gianyar, Senin (18/3) petang.

Lapangan usaha yang menopang pertumbuhan ekonomi Bali, jelas GA Diah Utari antara lain akomodasi makan minum (akmamin) dengan pangsa 20,43 persen. Menurut GA Diah Utari, tumbuh tingginya lapangan usaha akmamin seiring peningkatan kunjungan wisatawan.

“Namun tetap melambat akibat base effect,”  ujarnya. 

Kemudian lapangan usaha pertanian dengan pangsa 14,06 persen. Lapangan usaha transportasi 9,85 persen. Selanjutnya lapangan usaha konstruksi 9,68 persen dan perdagangan 9,11 persen.

“Kalau dibandingkan per sektor, memang sektor yang berkaitan dengan pariwisata seperti akmamin, transportasi dan perdagangan yang mencatat pertumbuhan cukup tinggi. Akmamin tumbuh 13 persen, transportasi doble digit, perdagangan 7,8 persen,” ujarnya.

Dan yang mengembirakan sektor pertanian yang sebelumnya mengalami kontraksi 2 periode berturut-turut yakni pada triwulan 2 dan 3, pada triwulan  4 sudah menunjukkan pertumbuhan positif.

“Mudah-mudahan pada tahun 2024, karena el nino sudah berakhir kita berharap sektor pertanian bisa tumbuh positif lebih lanjut di 2024,” ujarnya.

Sedang dari  sisi pengeluaran,  konsumsi rumah tangga, investasi, konsumsi pemerintah, ekspor dan impor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Bali.

”Konsumsi rumah tangga yang mempunyai pangsa terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi, dimana tumbuhnya sedikit melambat pada triwulan 4, karena kenaikkan harga-harga beberapa komoditas bahan pokok,sedikit berperan terhadap konsumsi yang dilakukan oleh masyarakat,” jelasnya.

Sedangkan untuk tahun 2024, ekonomi Bali diprakirakan tumbuh dalam rentang 5-5,8 persen. Berbagai survei Bank Indonesia terhadap optimisme masyarakat  terhadap perekonomian  Bali pada 2024 menunjukkan hasil  yang positif.

Dikatakan GA Diah Utari, pertumbuhan ekonomi Bali diprakirakan ditopang  oleh perbaikan kinerja lapangan usaha  pertanian seiring membaiknya fenomena el nino. Menurutnya, perkembangan lapangan usaha pertanian cukup mengembirakan.

“Disamping itu, perbaikan kinerja lapangan usaha perdagangan sejalan dengan peningkatan konsumsi dan optimisme masyarakat,”  jelasnya.

Sementara dorongan kinerja lapangan usaha konstruksi dipengaruhi  penambahan jumlah konstruksi proyek strategis pada 2024. Kunjungan wisatawan diprakirakan akan terus meningkat. Hal tersebut tercermin dari optimisme berbagai maskapai, baik domestik maupun internasional yang melakukan penambahan rute baru ke Bali. Selain itu, kata GA Diah Utari perluasan digitalisasi yang juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi Bali.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Erwin Soerjadimadja menyatakan astungkara, alhamdullilah dengan pertumbuhan ekonomi Bali tersebut. 

“Capaian-capaian tersebut merupakan hasil sinergi dan kolaborasi berbagai pihak untuk mendorong perekonomian di Provinsi Bali,”ujarnya. 7

Komentar