nusabali

Sekda Dewa Indra Dorong Seluruh Kabupaten/Kota Miliki Perumda Pangan

  • www.nusabali.com-sekda-dewa-indra-dorong-seluruh-kabupatenkota-miliki-perumda-pangan

MANGUPURA, NusaBali - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra meminta kabupaten/kota yang belum memiliki Perumda Pangan untuk segera membentuknya. Hal ini dimaksudkan untuk membangun kolaborasi ketahanan/ketersediaan pangan antar kabupaten/kota.

“Saya minta seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bali memiliki Perumda Pangan. Apabila di satu kabupaten/kota kekurangan bahan pokok beras misalnya, bisa bertukar atau membeli dari kabupaten lain yang ketersediaan berasnya masih aman, sehingga tidak akan terjadi kekurangan stok pangan, dan tidak menyebabkan harga yang tinggi. Hal ini penting untuk menjaga inflasi agar tetap stabil,” ujar Sekda Dewa Indra saat Rapat Koordinasi Wilayah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bali Nusra, di Hotel Laguna Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, Jumat (15/3).

Selain itu, Sekda Dewa Indra menambahkan, keberadaan Perumda Pangan bertujuan untuk menyerap hasil pertanian dari masyarakat setempat, sehingga selain stok pangan aman, perekonomian masyarakatnya juga akan berputar secara sehat.

Dalam kesempatan itu, Sekda Dewa Indra menyatakan Rakorwil menjadi wadah yang tepat untuk berbagi pengalaman, menyusun strategi bersama, dan memperkuat kerja sama antardaerah dalam hal pengendalian inflasi dan pengembangan kelembagaan sektor pangan. Oleh sebab itu, sangatlah penting apabila upaya pengendalian inflasi bisa dilakukan secara ‘ngrombo’ bersama-sama antar stakeholder tidak hanya dalam lingkup antar kabupaten/kota se-Bali, namun antarwilayah khususnya Bali – Nusa Tenggara (Nusra).

Salah satu upaya strategis yang dapat dilakukan adalah optimalisasi kerja sama antardaerah (KAD) guna mengurangi disparitas pasokan dan harga antarwilayah. TPID perlu mengidentifikasi wilayah surplus dan defisit serta menjadi fasilitator untuk mendorong kerja sama antardaerah untuk menjaga kelancaran distribusi.

Dikatakannya, bahwa kolaborasi merupakan kunci sukses dalam menjaga stabilitas harga pangan. Baik itu melalui pertukaran informasi, pengalaman, dan sumber daya, dapat menciptakan sinergi yang kuat dalam menghadapi tantangan bersama.

“Saya harapkan, pelaksanaan KAD tidak hanya melalui skema government to government (G2G) tapi berkembang menjadi business to business (B2B) di mana Perumda Pangan dan koperasi memegang peranan penting sebagai mitra strategis dalam menyalurkan komoditas pangan pada daerah surplus dan memperoleh komoditas pangan pada daerah defisit,” ucap Sekda Dewa Indra.

Dia menyampaikan bahwa seluruh Perumda Pangan se-Bali telah membentuk Paiketan Perumda Pangan yang bertujuan untuk berkolaborasi mendorong perekonomian dan pengendalian harga pangan di Provinsi Bali.

Hal ini merupakan salah satu program penguatan kelembagaan Perumda Pangan yang diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam melakukan upaya-upaya konkret pengendalian inflasi di Provinsi Bali. 7 a

Komentar