nusabali

Hanya 7 Srikandi Tersisa di DPRD Tabanan

Tujuh New Comer Diprediksi Lolos

  • www.nusabali.com-hanya-7-srikandi-tersisa-di-dprd-tabanan
  • www.nusabali.com-hanya-7-srikandi-tersisa-di-dprd-tabanan

TABANAN, NusaBali - Dari 40 kursi DPRD Tabanan, sebanyak tujuh caleg pendatang baru alias new comer berhasil merebut kursi DPRD Tabanan hasil Pemilu Legislatif (Pileg) 2024. Dua di antaranya adalah mantan Perbekel (kepala desa) yang berhasil mendulang suara yang cukup maksimal.

Tujuh new comer yang diprediksi lolos duduki kursi DPRD Tabanan periode 2024-2029 ini didominasi oleh caleg dari PDIP, yakni 6 orang dan 1 orang lagi dari Gerindra. Sementara raihan kursi yang diraih caleg srikandi (kaum perempuan) untuk Pemilu 2024 ini melorot dibandingkan Pileg 2019. Pada Pileg 2019, DPRD Tabanan sukses diduduki 10 srikandi, namun kali ini hanya bertahan 7 srikandi saja. 

Tujuh wajah baru ini, yakni I Nengah Surajaya (Dapil I Kerambitan). Pria yang akrab disapa Kiul ini merupakan mantan Perbekel Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan. Di debut pertamanya maju sebagai caleg, Surajaya memperoleh suara 3.780. New comer selanjutnya I Gde Made Suarjana (Dapil III Penebel-Baturiti). Suarjana yang Ketua PAC PDIP Penebel ini meraih 10.348 suara. Lalu I Gede Made Dedy Pratama dari Dapil III Penebel-Baturiti. Putra dari Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama ini meraih suara cukup signifikan, yakni 6.527 suara. Kemudian I Nyoman Wiyarsa (Dapil III Penebel-Baturiti). Caleg new comer yang kerap disapa Nang Raka ini memperoleh suara 3.185.

I Nyoman Sukanada (Dapil IV Kediri-Marga) memperoleh suara 4.207 dan I Gusti Ketut Artayasa (Dapil IV Kediri-Marga), mantan Perbekel Pandak Gede Kecamatan Kediri dengan suara 4.617. Terakhir new comer yang lolos rebut kursi DPRD Tabanan berasal dari Partai Gerindra, yakni I Nyoman Gede Andika dari Dapil I (Tabanan Kerambitan) dengan raihan 787 suara. 


Sesuai prediksi awal, raihan kursi yang didapat PDIP sebanyak 31 kursi, disusul Golkar raih 4 kursi, Gerindra 4 kursi, dan Demokrat 1 kursi. Walau PDIP mencapai target raihan 31 kursi di Pileg 2024 ini, namun satu incumbent yang merupakan srikandi PDIP, yakni Ni Luh Wayan Dewi Marheni harus terpental dalam pencalegannya kali ini. Dewi Marheni yang memperoleh 3.034 suara tak lolos meraih kembali kursi DPRD Tabanan periode 2024-2029. Sementara dua srikandi sebelumnya yang duduk di kursi DPRD Tabanan periode 2019-2024 kali ini tidak lagi tarung di level DPRD Tabanan, melainkan tarung ke DPRD Provinsi Bali dan DPR RI. Keduanya, yakni Ni Made Meliani (Golkar) maju caleg DPRD Bali dan Ida Ayu Ketut Candrawati (Nasdem) maju sebagai Caleg DPR RI. Sedangkan 6 caleg srikandi PDIP lainnya yang berstatus incumbent diprediksi lolos kembali, yakni Ni Putu Yuni Widyadnyani alias Nuning raih 7.106 suara, Ni Made Suryani 5.768 suara, Ni Made Dewi Trisnayanti 5.627 suara, AA Sagung Ani Ariani 5.549 suara, Ni Nyoman Ayu Wahyuni 4.997 suara, dan Ni Made Rahayuni 4.931 suara. Satu srikandi incumbent yang kembali bertahan di DPRD Tabanan, yakni Ni Nengah Sri Labantari dari Gerindra yang meraih 2.324 suara. 

Salah satu Caleg new comer, I Gusti Ketut Artayasa yang akrab disapa Ajik Ngurah Boby ini mengaku bersyukur atas raihan suara yang didapat. Dia pun mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang sudah menjatuhkan pilihan kepada dirinya. “Tentu ini bagian dari perjuangan secara bersama-sama,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (3/3).

Disebutkan untuk mendulang suara ini diakuinya tidak begitu sulit. Sebab dia sudah biasa ikut organisasi dan sudah biasa berbuat kepada masyarakat. “Dalam organisasi yang kita ikuti ini kan tidak ada upah, kita lakukan dengan tulus ikhlas dan loyal. Sehingga tak sulit untuk meraih suara tersebut,” katanya. Dengan sudah diprediksi lolos ke kursi dewan, tentu kesempatan tersebut akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk melayani masyarakat. “Saya punya prinsip supaya hidup ajik bisa bermanfaat untuk orang banyak,” tegas Ketua BMI (Banteng Muda Indonesia) Kabupaten Tabanan ini.

Terpisah salah satu caleg incumbent, Ni Made Dewi Trisnayanti mengungkapkan hal sama. Sebab raihan suara yang didapat sudah masuk target. “Saya mengucap syukur atas capaian yang sudah bisa dibilang masuk target,” katanya. Menurutnya, perjuangan di Pemilu 2024 ini tak begitu sulit karena sudah membina masyarakat. Lain lagi pada Pileg 2019 ada perasaan tak akan lolos. Apalagi pada Pileg 2014 sebelumnya, Dewi Trisnayanti sempat gagal maju sebagai Caleg. “Intinya perjuangan kali ini lebih mudah dibandingkan tahun 2019 lalu karena ada beban untuk meyakinkan masyarakat saat itu,” tegas srikandi asal Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Tabanan ini. 7 des

Komentar