nusabali

Sampaikan Maaf ke Adik Karena Rela Putus Sekolah Demi Dirinya

Kisah Prof Sarjiya, Guru Besar Fakultas Teknik UGM

  • www.nusabali.com-sampaikan-maaf-ke-adik-karena-rela-putus-sekolah-demi-dirinya

YOGYAKARTA, NusaBali - Guru Besar Fakultas Teknik UGM Sarjiya menyampaikan kisah haru soal adiknya. Prof Sarjiya yang baru dikukuhkan sebagai guru besar mengakui bahwa sang adik berkorban tidak melanjutkan sekolahnya karena keterbatasan ekonomi kala itu.

“Secara khusus saya mohon maaf kepada adikku, Suparsih, yang waktu itu terpaksa tidak bisa melanjutkan ke bangku SMA, meskipun dengan nilai ujian SMP yang sangat baik, karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan untuk membiayai sekolah kita berdua secara bersamaan," ujarnya.

Sarjiya menceritakan kedua orangtuanya tidak memiliki kemampuan baca dan tulis karena tidak pernah merasakan duduk di bangku sekolah. Meski begitu, keduanya tetap gigih menyekolahkan dirinya meski keputusan itu harus mengorbankan pendidikan adik perempuannya.

"Semoga pengorbanan kakak-kakak dan adikku mendapatkan imbalan kebaikan yang lebih banyak dari Tuhan Yang Maha Esa,” katanya. Saat pengukuhan sebagai Guru Besar UGM, suara Sarjiya terdengar bergetar dan matanya berkaca-kaca saat membacakan pidato pengukuhan pada Kamis (1/2) lalu.

Beberapa kali, dia harus berhenti sejenak membacakan teks pidato untuk menyeka air matanya yang mengalir deras. Pria kelahiran Kulon Progo 51 tahun silam terlahir dari keluarga sederhana di Lendah, Kulonprogo. Ayahnya, Pujidiyono, sehari-hari bekerja sebagai buruh tobong labor atau pengrajin gamping. Sedangkan sang ibu, Sumirah, pedagang gula jawa yang setiap harinya berkeliling menyusuri jalan di kota Yogyakarta untuk menjajakan dagangannya. “Bapak dan Ibu waktu itu berani membuat keputusan untuk mengizinkan dan membiayai saya melanjutkan sekolah,” kata Sarjiya.

Usai menyampaikan pidato, Sarjiya langsung mendatangi sang ibunda sambil bersujud. Dia memeluk ibundanya dengan erat. Selanjutnya dia menyalami empat saudari perempuannya. Sayang, sang Ayah tidak hadir di momen pengukuhan dirinya karena sudah berpulang. “Maturnuwun Bu,” kata Sarjiya terbata-bata seperti dilansir laman UGM. 7  

Komentar