nusabali

Demam Berdarah Serang Warga di Bangli

  • www.nusabali.com-demam-berdarah-serang-warga-di-bangli

BANGLI, NusaBali - Sejumlah warga di permukiman Griya Petapan, LC Uma Bukal, Kelurahan Cempaga, Bangli, terserang demam berdarah. Akibatnya, warga harus menjalani rawat inap di rumah sakit.

Salah seorang warga setempat, Ida Bagus Eva mengatakan setidaknya ada enam warga Perumahan Griya Petapan terjangkit Demam Berdarah (DB). Menurutnya, ada dua warga yang  harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Setelah beberapa hari dirawat sudah bisa dipulangkan. Sedangkan sisanya masih menjalani observasi di rumah. 

"Warga mengalami gejala deman tinggi hingga capai 40 derajat, nyeri di bagian kepala dibarengi nafsu makan yang menurun. Muncul pula bintik- bintik atu bercak merah pada kulit," ungkapnya, Senin (12/2).

Pascaserangan kasus DB dari Dinas Kesehatan Bangli telah melakukan fogging ke lokasi. Fogging dilakukan dari rumah ke rumah warga pada Minggu (11/2).  "Mengantisipasi merebaknya kasus DB, warga melakukan kegiatan bersih- bersih di sekitar kompleks perumahan," sebutnya.

Dihubungi terpisah, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bangli Nyoman Sudarma, mengatakan untuk mengetahui secara pasti seseorang positif terjangkit DB perlu didukung  dengan hasil data serial (hasil LAB) pada hari kelima. “Untuk kasus di LC Bukal bisa dibilang masih suspek. Untuk kepastiannya apakah positif DB, perlu didukung hasil LAB. Walupun ada beberapa warga yang jalani rawat inap di rumah sakit,” jelasnya.

Sementara itu, guna mengantisipasi penyebaran penyakit DB, Diskes melalaui  petugas di tiap-tiap Puskesmas melakukan sosialisasi di wilayah kerjanya untuk pemberantasan sarang nyamuk. "Jika ada laporan kasus postif DB akan ditindaklanjuti petugas dengan melakukan fogging  serta melakukan abatisasi atau pembubuhan bubuk abate pada tempat penampungan air yang sulit di kuras," ujarnya. 

Kata Nyoman Sudarma, DB di Bangli hingga awal bulan Februari tercatat 24 kasus dan tersebar di sejumlah wilayah.7esa

Komentar