nusabali

Pendidikan Vokasi Bukan Pilihan Kedua, Tidak Dibelakang Industri

  • www.nusabali.com-pendidikan-vokasi-bukan-pilihan-kedua-tidak-dibelakang-industri

JAKARTA, NusaBali - Sistem pendidikan vokasi yang selaras dengan dunia kerja tidak untuk menjadikan pendidikan vokasi berada di belakang dunia industri dan dunia kerja (DUDI).

Jika pendidikan vokasi hanya mendengar kebutuhan DUDI saat ini, maka pendidikan vokasi akan ketinggalan dalam merespons DUDI dan teknologinya yang dinamis.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Kiki Yulianti mengatakan, pendidikan vokasi tidak boleh ketinggalan dengan perubahan di industri, melainkan harus mengikuti. "Secara internasional saat kini pendidikan vokasi tidak lagi berada di belakang, tetapi mendengarkan apa yang diinginkan industri," kata Kiki pada Lokakarya dan Ekspos Kinerja Kemitraan dan Penyelesaian di Milenium Hotel Sirih, Jakarta, pada Kamis, (25/1).

"Pendidikan vokasi sudah berada bersama-sama secara berdampingan dengan terkait industri. Lalu, menciptakan dan membangun kedepannya akan seperti apa. sama-sama membagi tugas dan kita membangun masa depan yang dibayangkan secara bersamaan," sambungnya.

Selain itu, Kiki juga menegaskan bahwa pendidikan vokasi bukan pilihan kedua dibandingkan dengan pendidikan akademik. Pendidikan vokasi juga dapat menyiapkan pelajar untuk masa depannya termasuk dunia kerja.

"Pendidikan vokasi bukan pilihan kedua. Pendidikan vokasi dapat memberikan bekal dan menyiapkan generasi muda untuk menyongsong masa depannya," ujarnya.

Pendidikan vokasi diharapkan tidak sekadar mengikuti dan mendengarkan industri. Pendidikan Vokasi juga harus pembuat dan mengarahkan arah perubahan. "Tidak boleh lagi industri bikin A, lalu kita bilang 'oke'. Butuh Sumber Daya Manusia (SDM) untuk bikin A. Perguruan tinggi vokasi, pendidikan vokasi itu harus memulai dan melihat dan bagaiman kita membuat A yang lebih baik di masa depan. Lalu, bersama-sama pihak industri melakukan perubahan disana," ujarnya.

Kiki juga berharap, pendidikan vokasi tidak lagi menyiapkan lulusan yang siap kerja saja tidak cukup. Pendidikan vokasi harus menyiapkan lulusan untuk siap menghadapi tantangan dan menjalani semua kemungkinan termasuk bekerja.

Dia mencontohkan, para pelajar vokasi yang disiapkan lebih dari sekadar untuk bekerja dapat memanfaatkan teknologi saat ini sekaligus mengembangkan teknologi vokasi masa depan. Pendidikan vokasi juga perlu membekali pelajar cara belajar dan cara berpikir dengan baik. 7

Komentar