nusabali

Pengemis Bawa Uang Belasan Juta

  • www.nusabali.com-pengemis-bawa-uang-belasan-juta

Perbekel Adi Wistara telah menelusuri keberadaan uang itu ke keluarga pengemis itu. Pihak keluarga menyebut uang belasan juta yang dibawa Bromo itu dari hasil menjual sapi

SINGARAJA, NusaBali
Nyoman Gunarata alias Bromo,55, warga Banjar Dinas Selonding, Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng, diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Buleleng saat operasi penertiban gelandangan dan pengemis, Senin (11/12) pagi kemarin. Saat menggeledah pengemis ini, petugas terkejut karena menemukan uang belasan juta dalam tasnya.

Bromo dinaikkan ke truk Satpol PP di traffic light Kelurahan Penarukan, Buleleng dan dibawa ke Kantor Dinas Sosial Buleleng.  Kepala Satpol PP Buleleng I Gede Arya Suardana mengatakan, operasi penertiban gelandangan dan pengemis di wilayah Buleleng sudah menjadi agenda rutin. Namun khusus penanganan Bromo, sebelumnya Satpol PP Buleleng menerima laporan dari masyarakat di wilayah kota. Pria paruh baya yang ditemukan menggelandang ini sering ditemukan masuk ke dalam rumah warga tanpa permisi.

“Awalnya saat dimintai keterangan yang bersangkutan mengaku berasal dari Karangasem. Tetapi setelah dilihat KTPnya merupakan warga Desa Les. Kami juga sempat mengkonfirmasi kepada Perbekel Les dan yang bersangkutan memang warga setempat,” ucap Arya Suardana.

Terkait jumlah uang yang dibawa Bromo di dalam tas kumalnya, dia mengaku mendapatkannya dari hasil mengemis. Namun Satpol PP Buleleng tidak melakukan penyelidikan lebih lanjut. Karena terkait dugaan ada kriminalitas di balik uang itu dan penyelidikannya di luar kewenangannya. Bromo pun diserahkan ke Dinas Sosial Buleleng untuk dipulangkan ke asalnya.

“Kalau kami, kewenangan hanya penertiban. Kalau ada dugaan atau potensi kasus lain itu ranah di kepolisian. Kami hanya bisa melakukan patroli dan menutup ruang gerak untuk menggepeng,” imbuh mantan Camat Banjar ini.

Di luar kepastian uang yang dibawa Bromo, Arya Suardana menjelaskan fenomena saat ini. Kata dia, gepeng memang memiliki penghasilan yang lumayan. Bahkan dari beberapa kasus gepeng, setelah ditelusuri mereka memiliki rumah yang bagus dan fasilitas dengan lengkap. “Untuk menertibkan gepeng ini kami juga perlu partisipasi masyarakat untuk tidak memberikan uang sembarangan apalagi fisiknya masih muda dan kuat,” kata Arya Suardana.

Sementara itu Perbekel Desa Les Gede Adi Wistara, saat dikonfirmasi terpisah, mengatakan Bromo adalah salah satu warganya. Bromo yang merupakan teruna lingsir ini memang dikenal sebagai warga yang berjiwa tertutup. Karena tempat tinggalnya juga jauh dari tetangga. Terkadang dalam situasi khusus Bromo juga kadang mengalami gangguan mental.

“Ini baru pertama kalinya kami mendapat laporan. Sejauh ini sih di desa tidak ada masalah termasuk kegiatan menggelandang, minta-minta, dan nodong atau dugaan kriminal tidak terpantau. Yang bersangkutan memang dari keluarga tidak mampu,” katanya.

Perbekel Adi Wistara telah menelusuri keberadaan uang itu ke keluarga pengemis itu. Pihak keluarga menyebut uang belasan juta yang dibawa Bromo itu dari hasil menjual sapi. “Informasi dari keluarganya memang habis jualan sapi dan uangnya dibawa semuanya,” jelas dia.7k23

Komentar