nusabali

MDA Selat Pesimis Sisa BKK Bisa Cair

  • www.nusabali.com-mda-selat-pesimis-sisa-bkk-bisa-cair

AMLAPURA, NusaBali - Bendesa Alitan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Selat, Karangasem I Komang Sujana pesimis sisa BKK (Bantuan Keuangan Khusus) dari Provinsi Bali akan cair. Karena kegiatan  pembangunan fisik dari dana BKK Provinsi Bali tidak ada kelanjutannya.

"Kami telah terima bantuan BKK dari Provinsi Bali, Rp 200 juta. Sisanya Rp 100 juta mestinya telah kami terima. Tapi, kenyataannya belum ada realisasi. Kami meyakini sisa dana ini tidak akan cair," jelas Sujana, kepada NusaBali di ruang kerjanya, Sekretariat Desa Adat Duda, Banjar/Desa Duda, Kecamatan Selat, Karangasem, Minggu (12/11).

Mestinya, lanjut Sujana yang juga Bendesa Adat Duda, Kecamatan Selat ini sisa dana BKK Provinsi Bali tahap III telah cair Oktober 2023. "Belum ada pemberitahuan, apakah sisa bantuan BKK tahap III, cair atau tidak," tambah bendesa adat asal Banjar Adat Wates Tengah, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat ini.

Bendesa Madya Majelis Desa Adat Karangasem Jro Nengah Suarya mengaku, belum ada pemberitahuan mengenai kelanjutan dana BKK tahap III untuk 190 desa adat di Karangasem. "Belum ada pemberitahuan, apakah Provinsi Bali menghentikan dana BKK tahap III, atau akan ada kelanjutannya," kata dia.

Sebelumnya, Pemprov Bali menarik dana BKK (Bantuan Keuangan Khusus) tahun 2023 Rp 35,34 miliar untuk pembangunan fisik 31 paket pekerjaan, di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Karangasem. Kadis PUPR Wedasmara mengakui, sisa BKK tidak lagi terealisasi, hanya saja, paket pekerjaan agar tetap berlanjut sampai tuntas. "Sisa anggaran pembangunan fisik dari dana BKK tahun 2023, dibayar tahun 2024," kata Wedasmawa.

Namun berbeda menurut Plt Kadis Kebudayaan dan Pariwisata I Wayan Witrawan. Dia optimis 190 desa adat tetap mendapatkan bantuan BKK walaupun belum ada pemberitahuan tentang BKK ini dari Pemprov Bali.

Namun bantuan untuk subak dari Provinsi Bali telah cair, Rp 10 juta. Kelian Subak Alastunggal, Desa Duda, Kecamatan Selat I Ketut Sanggra membenarkan, telah menerima bantuan BKK dari Provinsi Bali, Juli 2023 lalu Rp 10 juta. "Telah tiga kali terima bantuan Rp 10 juta selama tiga tahun terakhir tahun 2021, 2022 dan 2023, sedangkan tahun 2020 saya terima Rp 50 juta," kata Sanggra.k716

Komentar