nusabali

Tekankan Penguatan Karakter Siswa

  • www.nusabali.com-tekankan-penguatan-karakter-siswa

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) siswa baru Tahun Ajaran 2017/2018 telah dimulai dilaksanakan di sejumlah sekolah di Kota Denpasar.

MPLS di SMK Teknas dan SMP Nasional

DENPASAR, NusaBali
Seperti di sekolah yang bernaung dibawah Yayasan Perdiknas Denpasar yakni SMP Nasional dan SMK Teknologi Nasional (Teknas). Ratusan siswa baru dari dua sekolah ini tampak mengikuti pembukaan MPLS di halaman Perdiknas, Senin (10/7) pagi.

Ketua Perdiknas Denpasar Dr AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda SH MH yang diwakili Dr Nyoman Sri Subawa ST SSos MM selaku Bendahara saat membuka MPLS mengatakan, pendidikan karakter masih menjadi materi utama MPLS, disamping penguatan 4 pilar kebangsaan.  MPLS di lingkungan Perdiknas mengangkat tema ‘Melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, Kita Wujudkan Peserta Didik Berkarakter dalam rangka Memperkokoh Rasa Kebangsaan’. “Materi yang diberikan lebih menekankan pada pendekatan individual, pendekatan karakter, agar sesuai dan selaras dengan apa yang diharapkan oleh bangsa dan negara ini,” ujarnya.

Subawa meminta para guru di SMP Nasional dan SMK Teknas tidak mengajarkan sesuatu dengan kekerasan. Para pendidik ini harus mengubah pola pengajaran agar siswa dapat belajar dengan cara menyenangkan. “Tentu masing-masing pendidik punya metode dan cara mengajar agar siswa tidak merasa bosan. Sebaliknya, siswa mencermati materi dengan baik,” jelasnya.

Kepala SMP Nasional, Drs I Nyoman Sudana mengatakan, MPLS SMP dilaksanakan mulai 10 hingga 12 Juli besok. Selanjutnya pada 20 Juli, para siswa baru akan melakukan upacara pawintenan. Materi MPLS tetap mengacu pada pedoman yang diberikan Dinas Pendidikan Kota Denpasar. “Namun kita modifikasi disini terkait dengan penguatan karakter. Misalnya kita tambahkan pengetahuan anak-anak di bidang kesadaran berbangsa dan bernegara, menambah wawasan kebangsaan,” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala SMK Teknas, I Made Mudarta SE MM mengatakan, sesuai tema MPLS yang diusung, pihaknya mengedepankan empat pilar kebangsaan, yakni NKRI, Kebhinekaa, Pancasila dan UUD 1945. “Kami tetap menekankan kebinekaan, nasionalisme, tidak melihat suku, ras, dan agama. Kalau ada siswa kami yang melanggar, kami akan memberikan suatu pertanyaan dengan 5 sila yang ada di tubuh Pancasila. Baik itu tentang lambang, maupun makna dari sila pertama hingga kelima,” ujarnya.

Dalam MPLS ini, kata Mudarta, selain diisi dengan berbagai materi seperti kesadaran berbangsa dan bernegara, dampak kenalakan remaja maupun narkoba, baris berbaris, dan lainnya, pihaknya juga mengajak siswa melaksanakan aksi sosial dengan mengunjungi panti asuhan. “Kegiatan sosial ini untuk melatih anak-anak berempati dan peduli terhadap sesama dan lingkungan. Ini juga merupakan pengamalan dari Pancasila,” ujarnya seraya mengatakan MPLS SMK berlangsung hingga 14 Juli mendatang. *isu 

Komentar