nusabali

Sembahyang Lanjut Simakrama ke Ubud

Pj Gubernur Sang Made Mahendra Jaya Awali Kegiatan di Bali

  • www.nusabali.com-sembahyang-lanjut-simakrama-ke-ubud

Saat simakrama, Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya menekankan akan lebih banyak mendengar apa yang menjadi aspirasi dan kebutuhan masyarakat Bali

DENPASAR, NusaBali
Penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya telah berada di Bali usai dilantik pada, Selasa (5/9) di Jakarta. Mengawali kegiatannya, Pj Gubernur Mahendra Jaya melakukan persembahyangan dan mengunjungi sejumlah lokasi. Pj Gubernur Mahendra Jaya sendiri tiba di Bali pada, Rabu (6/9) malam pukul 22.00 Wita.

Kepala Biro Umum dan Protokol Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Bali, I Wayan Budiasa mengatakan kegiatan Pj Gubernur Mahendra Jaya satu hari setelah tiba di Bali, yakni melakukan persembahyangan di beberapa pura, yakni pura di Kantor Gubernur Bali dan pura di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jayasabha. Termasuk juga pura di kediaman pribadi Pj Gubernur Mahendra Jaya yang berlokasi di Desa Temesi, Kecamatan/Kabupaten Gianyar.

"Ada beberapa agenda yang sifatnya pribadi, salah satunya sembahyang persiapan menempati rumah jabatan, sesudah itu di kantor (Gubernur Bali) termasuk di rumah pribadi beliau di Gianyar," ujar Budiasa saat dikonfirmasi NusaBali, Kamis (7/9). Setelah melakukan persembahyangan, Pj Gubernur Bali juga menyempatkan diri menyambangi Puri Kauhan Ubud bertemu tokoh Puri Kauhan yang juga Koordinator Staf Khusus Presiden RI Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Ari Dwipayana. Budiasa menyebut pertemuan tersebut juga bukan agenda resmi selaku Pj Gubernur Bali. Ubud, tambahnya, menjadi perhatian karena menjadi salah satu barometer pariwisata di Bali.

Ia mengatakan, belum ada agenda resmi yang dilakukan Pj Gubernur Mahendra Jaya mengingat seremoni serah terima jabatan (sertijab) dari Gubernur Bali sebelumnya Wayan Koster baru akan dilaksanakan pada, Jumat (8/9) siang ini. "Definitifnya mulai besok, kan besok baru sertijab," ujarnya. Budiasa mengungkapkan, usai sertijab yang dijadwalkan berlangsung di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Provinsi Bali (Art Centre), Pj Gubernur Mahendra Jaya bersama Ny Ida Setiawati juga akan secara resmi menempati kompleks rumah jabatan Gubernur Bali Jayasabha.

"Beliau menyampaikan kepada saya rencana persiapan, agenda besok (hari ini), yaitu sertijab agar disiapkan dengan baik," tambah Budiasa. Pj Gubernur Mahendra Jaya juga telah ditunggu sejumlah agenda kerja termasuk menghadiri sejumlah undangan kegiatan. Budiasa mengungkapkan pihaknya menyerahkan kepada Pj Gubernur Bali apakah kegiatan tersebut akan dihadiri langsung atau akan diwakilkan oleh jajaran OPD terkait.

"Agenda resminya belum keluar, akan dilaporkan ke beliau dulu yang mana akan dihadiri yang mana akan diwakilkan," tandas Budiasa. Terpisah Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali, I Ketut Sukra Negara mengungkapkan waktu sertijab Gubernur Bali yang sedianya akan dilangsungkan pada pagi hari diundur menjadi siang hari sekitar pukul 14.00 Wita. Hal itu karena Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian direncanakan ikut menyaksikan prosesi sertijab.

Menteri Tito Karnavian direncanakan kembali memberikan arahannya dalam acara seremoni yang berlangsung secara internal di lingkungan Pemprov Bali tersebut.

"Rencana Pak Menteri Dalam Negeri hadir, jam 2 siang baru sampai di Bali makanya diundur," ungkap Sukra Negara. Dalam seremoni sertijab Pj Gubernur Mahendra Jaya nantinya akan menerima buku memori dari Gubernur Bali sebelumnya Wayan Koster. Buku tersebut, kata Sukra Negara, berisikan hal-hal yang sudah dilakukan dan apa yang belum dilakukan oleh Gubernur Bali sebelumnya.

Sementara dalam simakrama dengan Koordinator Staf Khusus Presiden RI AAGN Ari Dwipayana dan keluarga Puri Kauhan Ubud di Ubud, Gianyar, Kamis kemarin, kedatangan Pj Gubernur Mahendra Jaya disambut langsung oleh Ari Dwipayana di  depan pamedal Puri yang selanjutnya diajak berjalan menuju Art Market Jalan Kajeng, Ubud untuk berdialog dengan para pedagang UMKM yang berjualan di sepanjang Jalan Kajeng Ubud.

Mahendra Jaya sempat berhenti di sebuah lapak untuk bertanya pada seorang pedagang di Art Market. Pedagang menjelaskan tentang situasi pasar di Art Market Jalan Kajeng yang memang posisinya strategis di pusat keramaian Ubud. Pj Gubernur Bali menyebutkan sengaja memilih Ubud sebagai tempat kunjungan pertama setelah dilantik karena ingin mengetahui dan mendalami perkembangan pariwisata di Ubud yang dikenal luas ke mancanegara sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan alam.

Dalam kunjungan ke Art Market, Mahendra Jaya mendapatkan penjelasan dari Koordinator Staf Khusus Presiden yang juga warga Ubud,  mengenai karakter utama pariwisata Ubud yang bersandar pada tiga hal, pertama  pariwisata Ubud identik dengan pariwisata budaya dan juga pariwisata berbasis alam (eco-tourisme dan wellness). Sehingga daya tarik Ubud  ini perlu dijaga oleh masyarakat Ubud  dan didukung oleh pemerintah daerah.

Kedua, pariwisata Ubud berkembang karena disangga oleh UMKM lokal baik dalam bentuk homestay, rumah makan (warung) dan artshop. Sehingga sektor UMKM yang dimiliki masyarakat lokal perlu mendapatkan atensi pemerintah daerah untuk diperkuat dan diberdayakan. Karakter ketiga dari pariwisata Ubud, kata Ari Dwipayana adalah bersifat self governing Community, dimana selama ini masyarakat Ubud mampu untuk mengatur dan mengurus masalah warganya secara mandiri, seperti keamanan, pengelolaan sampah dan lain-lain. Ini terbukti dalam sejarah perkembangan pariwisata Bali  dimana masyarakat Ubud yang pertama kali mendirikan Bina Wisata yang mengelola pariwisata Ubud secara mandiri. Tapi, karakter self governing community tidak berarti tidak memerlukan bantuan Pemerintah.

Ari Dwipayana, yang juga Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, berharap agar apa yang menjadi karakter pariwisata Ubud dipertahankan. Tapi, Gung Ari juga minta agar Pemerintah melalui masterplan ULAPAN yang dirancang oleh Bappenas, segera diperkuat payung hukumnya, sehingga bisa menjadi instrumen yang kuat dari  Pemerintah Pusat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Gianyar untuk menata Ubud dan kawasan sekitarnya.

Setelah mengunjungi Art Market, Pj Gubernur Mahendra Jaya bersimakrama dengan keluarga Puri Kauhan Ubud. Turut hadir dalam simakrama tersebut Anak Agung Bagus Ari Brahmanta dan Anak Agung Bagus Cahaya Buwana Soeryamataram. Keluarga Puri yang diwakili oleh Gung Ari Brahmanta mengucapkan selamat bertugas kepada Pj Gubernur dan berdoa agar SM Mahendra Jaya diberikan kesehatan, kemudahan dan kekuatan untuk memimpin Bali dalam rentang waktu setahun ke depan.

Pada simakrama dengan keluarga Puri Kauhan Ubud, Pj Gubernur Mahendra Jaya menyampaikan program-program prioritas yang menjadikan arahan Presiden Jokowi kepada para Gubernur, terutama dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan jelang pemilu, menekan angka stunting, mengendalikan inflasi dan menurunkan angka kemiskinan ekstrim. Mahendra Jaya menekankan akan lebih banyak mendengar apa yang menjadi aspirasi dan kebutuhan masyarakat Bali. Dia pun mengajak seluruh komponen masyarakat Bali untuk ikut ‘ngerombo’, bekerja sama bahu membahu bersama Pemerintah Provinsi Bali untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi ke depan.           

Merespons hal itu, Ari Dwipayana mendukung sepenuhnya ikhtiar Pj Gubernur untuk fokus untuk mengerjakan program-program prioritas Presiden Jokowi  yang harus diselesaikan pada tahun 2024. Gung Ari juga berharap agar Pj Gubernur mengeluarkan kebijakan berbasis data (data based policy), sehingga betul-betul menjawab masalah secara tepat sasaran. Selain itu, Pj Gubernur perlu banyak mendengar masukan dari berbagai pihak, terutama suara rakyat kecil, merangkul semua kalangan dan tidak alergi kritik.

Gung Ari menyampaikan bahwa banyak masalah jangka pendek yang mendesak dan perlu direspons segera oleh Pj Gubernur seperti soal kemacetan, pengelolaan sampah, dan penanganan wisatawan asing yang bermasalah. Gung Ari juga minta agar pola komunikasi publik yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi perlu ditata lagi. Karena di era medsos seperti saat ini, masyarakat menginginkan respons cepat dari Pemerintah, khususnya pemerintah daerah. "Ada tiga kata kunci yang penting dalam tata kelola pemerintahan, yakni partisipasi, transparansi dan sikap responsif," tegas Gung Ari.

Simakrama antara Pj Gubernur Bali dengan Keluarga Puri Kauhan Ubud diakhiri dengan penyerahan tiga buku dengan tema Toya Uriping Bhuwana, Usadhaning Sangaskara yang diterbitkan oleh Yayasan Puri Kauhan Ubud dan sebuah tongkat komando kepada Sang Nyoman Mahendra Jaya. 7 cr78, nvi

Komentar