nusabali

Kendala Cuaca, Produksi Cengkih Buleleng Anjlok

  • www.nusabali.com-kendala-cuaca-produksi-cengkih-buleleng-anjlok

SINGARAJA, NusaBali - Produksi cengkih di Kabupaten Buleleng tahun ini diprediksi mengalami penurunan drastis. Hal tersebut disebabkan oleh faktor cuaca yang tidak menentu, terutama curah hujan yang tinggi pada tahun 2022.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng Made Agus Adnyana mengatakan, luas lahan cengkih di Buleleng mencapai 7.763 hektare. Lahan tersebut tersebar di hampir seluruh kecamatan di Buleleng, kecuali Kecamatan Gerokgak.

"Produksi rata-rata cengkih tahun ini memang jauh menurun dari tahun lalu. Selain itu panen di petani juga tidak merata di setiap lokasi," kata Agus Adnyana, Jumat (6/9).

Dari pengamatan kasat mata dan laporan sementara penyuluh di lapangan, hasil panen cengkih tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Meski belum dapat dipastikan berapa besar penurunan yang terjadi, karena proses panen masih berlangsung.

"Ini karena faktor cuaca dan curah hujan yang panjang di tahun lalu. Sehingga fase generatif tanaman terganggu, seperti bunga rontok yang berdampak pada hasil produksi tahun ini," ucap Agus Adnyana.

Selain faktor cuaca tahun lalu, tahun ini tanaman cengkih petani juga terancam kemarau panjang. Kondisi cuaca saat ini juga akan berpengaruh pada pertumbuhan tanaman yang tidak optimal.

"Kalau faktor penyebab karena OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) kita masih bisa kendalikan. Tetapi kalau faktor alam itu sudah tidak bisa berbuat banyak," imbuh dia.

Data Dinas Pertanian di Kabupaten Buleleng, produksi cengkih tiga tahun terakhir dari tahun 2020-2022 sangat stabil. Dengan luasan tanam yang sama, produktivitas cengkih berkisar 265 kilogram per hektare sampai 295 kilogram per hektare.

Sedangkan produksi cengkih pada tahun 2020 sebanyak 2.073 ton, meningkat di tahun 2021 sebesar 2.288 ton dan di tahun 2022 sebesar 2.271 ton.

Menurut Agus Adnyana, penurunan produksi cengkih ini akan berdampak pada perekonomian petani. Pasalnya, cengkih merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di Buleleng.

"Penurunan produksi cengkih ini akan berdampak pada pendapatan petani. Karena cengkih merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di Buleleng," ujar Agus Adnyana.

Untuk mengantisipasi penurunan produksi cengkih di tahun-tahun mendatang, Agus Adnyana mengimbau petani untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman cengkih.

"Petani harus meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman cengkih. Selain itu, petani juga harus siap menghadapi perubahan iklim," kata Agus Adnyana.7k23

Komentar