nusabali

Bupati Tamba: Ajak Semua Pihak Ciptakan Kondisi Sejuk

Revitalisasi untuk Kepentingan Pedagang dan Masyarakat

  • www.nusabali.com-bupati-tamba-ajak-semua-pihak-ciptakan-kondisi-sejuk

NEGARA, NusaBali - Revitalisasi Pasar Umum Negara, Jembrana, mulai memasuki tahap pembongkaran. Sejumlah kios sudah mulai dibongkar per Senin (21/8).

Sebelumnya, Pemkab Jembrana telah memberikan batas waktu relokasi hingga Minggu (20/8), dan telah menyediakan tempat relokasi di areal Sentral Parkir Pemkab Jembrana dan Pasar Ijo Gading. 

Bupati Jembrana I Nengah Tamba yang juga turun langsung meninjau proses pembongkaran, Senin kemarin, meminta kepada sejumlah pedagang yang belum pindah untuk segera pindah. Pasalnya, jaringan listrik dan air sudah harus diputus. Begitu juga akses jalan keluar masuk pasar ditutup. Untuk pembongkaran bangunan pasar yang sudah dimulai per Senin kemarin, ditargetkan sudah harus selesai per Rabu (30/8) mendatang. 

Pada pertemuan dengan pedagang yang difasilitasi Polres Jembrana di Mapolres Jembrana, Bupati Tamba juga meminta semua pihak menciptakan situasi kondusif. Dia menegaskan revitalisasi bukan untuk menyengsarakan pedagang. Tapi justru mensejahterakan para pedagang serta menghormati kepentingan pembeli ataupun masyarakat untuk membuat pasar tradisional yang lebih layak dan representatif. "Tidak ada niat sedikit pun menyengsarakan pedagang. Justru untuk kepentingan pedagang dan masyarakat Jembrana," tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Tamba menyebut anggaran yang dikucurkan Pemerintah Pusat adalah kesempatan besar untuk melakukan perbaikan pasar. Karena apabila anggaran ini ditolak, maka belum tentu bisa diberikan anggaran lagi. Sedangkan APBD Jembrana belum mampu untuk melakukan revitalisasi pasar, karena besarnya anggaran yang dibutuhkan. 

Pihaknya memahami bahwa akan ada sedikit penyesuaian transaksi jual-beli di tempat relokasi. Seiring berjalan waktu, Bupati Tamba yakin seluruh transaksi jual-beli di pasar sementara akan berangsur kembali normal. 

Foto: Pembongkaran sejumlah kios pedagang Pasar Umum Negara, Jembrana, Senin (21/8). -IB DIWANGKARA

Dia juga meminta para pedagang agar tertib melakukan pemindahan barang sesuai tempat relokasi yang dituju. "Kita menyadari semuanya di tempat relokasi itu mungkin tidak nyaman satu atau dua bulan ini. Tetapi akhirnya nanti kalau sudah berjalan, masyarakat sudah tahu bahwa di situlah pasar sementara, akhirnya masyarakat itu pasti datang ke sana untuk belanja," ucap Bupati asal Desa Kaliakah, Kecamatan Negara ini.

Bupati Tamba mengatakan, juga akan berupaya untuk membuat pasar sementara di tempat relokasi ramai dikunjungi masyarakat dengan melaksanakan berbagai kegiatan yang akan dilakukan di tempat tersebut. "Saya tidak akan pernah diam untuk melakukan berbagai cara agar pasar relokasi ini diketahui oleh masyarakat. Begitu mereka kompak melakukan relokasi, maka kita akan buatkan semacam acara untuk mengundang masyarakat agar tahu bahwa pasar negara diperbaiki dan pindah ke tempat relokasi," ujar Bupati Tamba yang mantan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Bali periode 2009-2014 dan Ketua Komisi III DPRD Bali periode 2014-2019 ini.

Di samping itu, Bupati Tamba juga akan meminta seluruh jajaran Pemkab Jembrana untuk membantu para pedagang dengan berbelanja di tempat relokasi. Pihaknya mengaku ada sekitar 3000 ASN yang akan diarahkan untuk berbelanja di pasar relokasi di areal parkir Pemkab Jembrana yang tempatnya berada di belakang Kantor Bupati Jembrana.

Terkait dengan permohonan sejumlah pedagang agar mendapat ukuran kios yang lebih besar saat revitalisasi nanti, Bupati Tamba mengaku telah bertemu dengan Gubernur Bali serta unsur Kementerian PUPR. Dalam pertemuan itu, ada kesepakatan untuk kembali melaksanakan review agar permintaan para pedagang dapat difasilitasi. "Meski secara aturan, ukuran kios ditetapkan memang 2 x 3 meter, tapi kita pilih opsi memperluas 3 x 4 meter. Ukuran ini sudah sesuai dengan harapan pedagang yang berusaha kita akomodir. Caranya, nanti setelah ada pemenang tender akan melakukan review," ucapnya. 

Sementara terkait antisipasi keamanan, Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana mengatakan telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Pihaknya berupaya agar situasi tetap tertib dan kondusif selama proses relokasi ataupun pembongkaran. "Untuk pengamanan kita sudah berkordinasi dengan Pemda, kemudian juga dari para paguyuban. Nantinya seperti harapan Pak Bupati, relokasinya dapat berjalan dengan tertib. Sehingga relokasi ini berjalan sesuai dengan timeline yang sudah ditentukan. Karena proses pembongkaran tentu itu membutuhkan waktu, kita amankan. Dan harapan kita betul-betul relokasi dengan cara soft dan kondusif," ujarnya. ode

Komentar