nusabali

Band Amerika Buat Video Klip 'Island of the God' di Bali

Gambarkan Kesakralan Pulau Dewata

  • www.nusabali.com-band-amerika-buat-video-klip-island-of-the-god-di-bali

Selain membuat klip, mereka juga menggelar konser bertajuk 'Rock Will Never Die' di tiga kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Yogyakarta dan Denpasar.

DENPASAR, NusaBali
Band heavy metal yang memiliki home base di Los Angeles, Amerika Serikat, REOG Band, kini tengah melakukan pembuatan video klip di Bali untuk lagu berjudul 'Island of the God'.  

Video klip ini disutradarai oleh Novi Hartoyo mengambil sejumlah lokasi untuk menggambarkan kesakralan alam Pulau Dewata.

Beberapa tempat yang menjadi lokasi syuting video klip antara lain di kawasan Pantai Balangan Uluwatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, dan di Gunung Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, serta Desa Wisata Tenganan, di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem.

“Kami juga mengangkat keindahan tari Bali di mana ada ikon-ikon budaya sebagai simbol pertarungan kebaikan dan keburukan,” ujar Hartoyo di Denpasar, Sabtu (19/8). 

Meskipun berbasis di Negeri Paman Sam, REOG Band dikomandoi Sammy Tampubolon sang vokalis sekaligus gitaris ritmik. Ia adalah satu-satunya personel yang berasal dari Indonesia. Sementara personel lainnya adalah warga Amerika Serikat, yakni Richard Dawson, sebagai gitaris, Ralph Beam, bassist dan John Asher penggebuk drum. 

Lagu Island of the God sendiri sudah diciptakan oleh Sammy Tampubolon pada tahun 2010, namun diaransemen ulang  dan sound yang lebih modern. 

Selain video klip untuk lagu Island of the God, band berdiri tahun 2005 juga membuat klip untuk lagu 'Daily Graind' dengan latar belakang kawasan Yogyakarta, tepatnya di  kawasan Candi Banyunibo, Yogyakarta, dan juga menampilkan adegan tarian Bujang Ganong yang ditampilkan bergaya modern.

Tujuan pembuatan klip sendiri adalah untuk memperkenalkan Band REOG di Indonesia, karena selama ini hanya dikenal di Amerika Serikat sebagai band yang memperkenalkan kebudayaan Indonesia. “Nama REOG kami pilih, karena orang jadi bertanya-tanya. Apa itu REOG dan dari situ kami bisa bercerita tentang Indonesia,” kata Sammy.

Sammy mengatakan, nama REOG berasal dari kesenian mistik tradisional Reog dari Ponorogo, Jawa Timur, yang menggambarkan figur berkepala macan dan burung merak.

Musik dan lirik REOG yang menghentak keras dengan genre heavy metal melukiskan dinamika di antara keduanya. “Tak ada yang pasti hitam atau putih, baik atau jahat. Manusia bergerak terus menerus di antara keduanya,” kata Sammy.

Selain membuat klip, mereka juga menggelar konser bertajuk 'Rock Will Never Die' di tiga kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Yogyakarta dan Denpasar, sepanjang bulan Agustus 2023. Konser di Denpasar berlangsung di  BAS INDIE pada tanggal 19 Agustus 2023 dan pada tanggal 21 Agustus 2023 di Jeger House, Renon, Denpasar dengan band pembuka Minatory Band. 

REOG Band akan menutup rangkaian tur dengan kembali ke Jakarta di Star Deli pada  tanggal 24 Agustus 2023 dengan band pembuka Jikunsprain. 7 cr78

Komentar