nusabali

Jaya Negara Ngaturang Bhakti di Pura Sakenan

Pujawali, Ida Bhatara Nyejer hingga 15 Agustus 2023

  • www.nusabali.com-jaya-negara-ngaturang-bhakti-di-pura-sakenan

DENPASAR, NusaBali - Jajaran Pemkot Denpasar melaksanakan persembahyangan serangkaian pujawali di Pura Dalem Sakenan, Desa Adat Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan bertepatan dengan Hari Suci Kuningan, Saniscara Kliwon Kuningan, Sabtu (12/8) untuk selanjutnya Ida Bhatara nyejer hingga Anggara Pon Langkir, Selasa (15/8).

Pelaksanaan bhakti pujawali dihadiri langsung Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana dan Anggota DPRD Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra.

Hadir juga Panglingsir Puri Kesiman, Anak Agung Ngurah Gede Kusuma Wardana, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny Widnyani Wiradana bersama pimpinan OPD serta masyarakat dan pamedek yang datang silih berganti sejak pagi hari untuk melaksanakan persembahyangan.

Usai melaksanakan bhakti pujawali di Pura Dalem Sakenan, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny Sagung Antari Jaya Negara melaksanakan bhakti pujawali di Pura Dalem Susunan Wadon yang juga berlokasi di Kawasan Desa Adat Serangan.

Diiringi suara kidung dan Gender Wayang Lemah, pelaksanaan upakara diawali dengan sesolahan Tari Topeng Wali, dilanjutkan dengan Tari Rejang Dewa, Tari Baris Gede dan diakhiri dengan Topeng Sidhakarya. Puncak Pujawali dilaksanakan dengan persembahyangan bersama yang dipuput Ida Pedanda Putra Telaga, dari Griya Telaga Sanur.

Panglingsir Puri Kesiman, AA Ngurah Gede Kusuma Wardana didampingi IB Gede Pidada selaku Prawartaka Karya menjelaskan, pelaksanaan Pujawali di Pura Sakenan Kota Denpasar dilaksanakan setiap enam bulan sekali pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan atau Hari Suci Kuningan. Kata dia, pelaksanaan pujawali kali ini tetap berlangsung seperti biasa, tetap memegang teguh tattwa.

“Secara tatwa pelaksanaan upakara tetap sama, dan untuk tahun ini tidak dilaksanakan pembatasan sebagaimana saat Covid-19, sehingga dalam pujawali Ida Bhatara Nyejer selama 3 hari,” ujarnya sembari mengimbau agar pamedek datang bergantian hingga upacara penyineban pada Selasa (15/8) mendatang.

Walikota Jaya Negara didampingi Wakil Walikota Arya Wibawa usai persembahyangan mengatakan bahwa pelaksanaan pujawali ini sebagai wujud sradha bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa untuk menciptakan kerahayuan jagat.

Karenanya sudah sepatutnya seluruh elemen masyarakat, utamanya krama untuk menjadikan ini sebagai sebuah momentum dalam menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana "Dengan pelaksanaan upacara ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana," ujar Jaya Negara sembari mengucapkan Rahajeng Rahina Kuningan bagi umat se-Dharma dimanapun berada.

Lurah Serangan, I Wayan Karma menambahkan, rangkaian pujawali di Pura Dalem Sakenan, Desa Adat Serangan telah dimulai pada Kamis, 10 Agustus 2023 lalu yang diawali dengan mareresik atau bersih-bersih, ngias dan mamenjor.  Dilanjutkan pada Jumat, 11 Agustus 2023 dilaksanakan prosesi Ngelungan Ida Bhatara ke Pura Pesamuhan Agung. Kemudian puncak pujawali dilaksanakan, Sabtu (12/8) kemarin.
 
Selanjutnya, bhakti penganyar dilaksanakan secara berturut pada 13 dan 14 Agustus 2023 serta upacara penyineban dilaksanakan pada 15 Agustus 2023.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk mengantisipasi membludaknya pamedek yang tangkil, pihaknya mengimbau agar masyarakat yang hendak tangkil dapat memanfatkan waktu bhakti penganyar. Selama tiga hari Ida Bhatara nyejer masyarakat dapat melaksanakan persembahyangan pujawali.

Tak hanya itu, pihaknya juga telah menyiapkan dua titik sebagai kantong parkir untuk mengantisipasi kroditnya lalu lintas. Keduanya yakni parkir di kawasan Jembatan Serangan dan parkir di Kawasan Lapangan I Wayan Bulit Serangan. “Jadi kami mengimbau masyarakat untuk tidak fokus ke satu hari saja untuk tangkil, bisa memanfaatkan saat bhakti penganyar, dan untuk parkir agar dapat menuju dua titik yang disediakan oleh panitia untuk menghindari kemacetan lalu lintas di sekitar pura,” ujarnya@mis

Komentar