nusabali

Hati-Hati! Ada Galian Pipa Bocor di Pertigaan Jalan Kampus Udayana Jimbaran

  • www.nusabali.com-hati-hati-ada-galian-pipa-bocor-di-pertigaan-jalan-kampus-udayana-jimbaran

MANGUPURA, NusaBali.com – Salah satu pipa milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung mengalami kebocoran di Jalan Kampus Udayana, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali.

Dilihat dari pantauan NusaBali.com di lapangan, kini galian pipa bocor yang terjadi tepat di pertigaan Kampus Politeknik Negeri Bali (PNB) itu telah terpasang rambu hati-hati untuk pengendara yang melewati jalur itu. 


Hal ini pun menyebabkan kemacetan di lokasi tersebut saat jam-jam sibuk terutama saat jam pulang sekolah. Sebab, tak jauh dari lokasi galian pipa bocor itu terdapat Sekolah SD No 4 Jimbaran.

Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Mangutama, Made Suarsa tak menampik jika galian pipa bocor tersebut adalah milik pihaknya. Namun ia mengatakan penanganan pipa bocor tersebut telah selesai pada Senin (7/8/2023) malam.

“Itu yang bocor adalah pipa 4 inc. Namun pada hari Senin (7/8/2023) sudah selesai penanganan,” terangnya saat dikonfirmasi pada Rabu (9/8/2023) sore.

Lebih lanjut ia jelaskan, kronologi kebocoran pipa 4 inc yang terjadi di pertigaan Jalan Kampus Udayanan, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali itu disebabkan karena pipa berada di badan jalan. Sehingga diakuinya pipa tersebut mendapat beban dari kendaraan bermuatan material berat yang sering melintas.

“Karena pipa berada di badan jalan, jadi pipa tersebut mendapat beban dari mobil yang bermuatan material berat. Disamping itu karena pressure (kekuatan, Red) air dalam pipa,” tambahnya.

Walau demikian, kebocoran pipa kata Suarsa tidak berlangsung lama. Sebab  petugas langsung turun ke lapangan untuk melakukan upaya perbaikan. Bahkan, kejadian kebocoran pipa yang terjadi di lokasi tersebut, terangnya baru terjadi satu kali. 

Dia juga memastikan jika kejadian tersebut tidak mempengaruhi pasokan air bersih ke pelanggan.

“Tidak ada gangguan karena langsung di eksekusi saat itu. Namun, hanya terjadi pemadaman sebentar,” ungkapnya.

Meski kejadian kebocoran pipa itu baru pertama kali, namun Suarsa menerangkan pihaknya akan melakukan langkah-langkah penanganan agar kejadian itu tidak terulang kembali. 

Salah satu solusinya yakni menggunakan full agregat sebelum melakukan pengaspalan pada Kamis (10/8/2023) pukul 09.00 Wita.

“Solusinya full agregat sebelum di aspal. Makanya besok (Kamis) baru kami aspal, padahal Senin sudah selesai penanganan pipa bocornya. Hal ini dilakukan supaya tidak turun pada saat di aspal,” pungkasnya. *ris

Komentar