nusabali

Rapor Pendidikan 2.0 Lebih Update dan Mudah Dipahami

  • www.nusabali.com-rapor-pendidikan-20-lebih-update-dan-mudah-dipahami

Rapor Pendidikan 2.0 yang telah disempurnakan dapat membantu proses perencanaan program dan anggaran di tingkat pemda menjadi lebih ringkas.

JAKARTA, NusaBali - Pada April 2022, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan Rapor Pendidikan sebagai terobosan Merdeka Belajar ke-19. Kali ini, Kemendikbudristek melakukan kegiatan peluncuran Rapor Pendidikan versi 2.0 untuk mempermudah pemerintah daerah (Pemda) dalam menyusun perencanaan program yang tertuang dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Rapor Pendidikan berfungsi sebagai dasar penyusunan program dan kegiatan yang mengacu pada perencanaan berbasis data. Perencanaan berbasis data ini akan mendorong kualitas pendidikan sehingga lebih terarah dan efektif.  

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Standar dan Kebijakan, Irsyad Zamjani, mengatakan Rapor Pendidikan 2.0 yang telah disempurnakan dapat membantu proses perencanaan program dan anggaran di tingkat pemda menjadi lebih ringkas.

Menurutnya, Rapor Pendidikan versi terbaru memungkinkan terciptanya kolaborasi bersama kepala satuan pendidikan (satdik) dan dinas pendidikan dari berbagai daerah. “Rapor Pendidikan dapat menjadi acuan dalam mengidentifikasi masalah, merefleksikan akarnya, dan membenahi kualitas pendidikan secara menyeluruh. Hal ini berbeda dengan Rapor Pendidikan versi sebelumnya,” jelas Irsyad.

Ia juga meyakini bahwa dengan adanya penyempurnaan Rapor Pendidikan dapat meningkatkan kualitas perencanaan program yang menguntungkan bagi sekolah dan siswa mulai dari tahap analisis, perencanaan hingga tindak lanjut. Instrumen dalam Rapor Pendidikan juga digunakan untuk mengevaluasi sistem pendidikan secara keseluruhan baik untuk evaluasi internal maupun eksternal.

Kemudian, Rapor Pendidikan 2.0 memiliki beberapa fitur baru guna memudahkan penggunanya dalam mengakses platform tersebut, di antaranya halaman “Ringkasan” untuk pengidentifikasian yang lebih ringkas. Fitur ini diawali dengan deskripsi ringkas terkait kondisi satuan pendidikan (pengakses) yang dapat dibaca kurang dari 1 menit. Kemudian, terdapat enam indikator prioritas bagi jenjang pendidikan dasar (SD) hingga menengah (SMA) dan delapan indikator prioritas untuk jenjang menengah kejuruan (SMK). Keenam indikator tersebut di antaranya kemampuan literasi, kemampuan numerasi, karakter, iklim keamanan sekolah, iklim kebhinekaan, dan kualitas pembelajaran, serta dua indikator tambahan untuk menengah kejuruan di antaranya penyerapan lulusan SMK dan link and match dengan dunia kerja. Pewarnaan pada indikator prioritas kini hanya tiga warna saja, yaitu merah untuk kurang, kuning untuk sedang, dan hijau untuk baik. Terdapat perbandingan hasil capaian dengan tahun sebelumnya pada tiap kartu indikator. Terdapat juga tombol “Apa artian capaian saya?” yang berfungsi untuk memahami skor dari setiap indikator dan dari mana sumber datanya.

Halaman “Akar Masalah" untuk mengetahui alasan dari pewarnaan pada capaian. Halaman “Inspirasi Benahi” untuk memberikan tips dan cara untuk membenahi masalah yang sedang dialami. 7

Komentar