nusabali

Truk Terguling di Kapal, ASDP Batasi Reservasi Tiket Online

Situasi Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk saat Cuaca Buruk

  • www.nusabali.com-truk-terguling-di-kapal-asdp-batasi-reservasi-tiket-online

ASDP membuat kebijakan membatasi pembelian tiket online rute Ketapang ke Gilimanuk. Pembatasan itu diterapkan terhadap sejumlah golongan kendaraan tertentu dan diberlakukan situasional.

NEGARA, NusaBali - Cuaca buruk masih terus menghantui jalur penyeberangan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi – Gilimanuk, Jembrana. Teranyar, truk bernomor polisi DK 8135 WO terguling di dalam Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Ferry I setelah kapal dihantam ombak saat pelayaran di tengah Selat Bali, Jumat (7/7) malam.

Sementara itu, antrean kendaraan yang sempat mengular di Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk, sudah mulai berkurang. Per Sabtu (8/7), di wilayah Gilimanuk arus kendaraan menuju pelabuhan sudah mulai lancar. Sementara di wilayah Ketapang dilaporkan masih terjadi antrean hingga sepanjang 9 kilometer.

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa truk terguling di dalam kapal itu terjadi pada sekitar pukul 22.53 Wita. Kejadian itu bermula saat KMP Dharma Ferry I berangkat dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk pada pukul 21.25 WIB atau pukul 22.25 Wita. Sesampai di tengah perairan Selat Bali, tepatnya pada posisi 08°08.517' Lintang Selatan (LS) dan 114°25.122', kapal tiba-tiba dihantam ombak dan alun besar.

Akibat peristiwa tersebut, kapal oleng dan membuat salah satu truk yang bermuatan kayu terguling ke arah kiri. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun truk yang terguling itu sempat menimpa satu unit mobil towing yang bermuatan sejumlah sepeda motor trail dan sebuah truk lain di sebelahnya.

Setelah menerima laporkan kejadian tersebut, pihak otoritas pelabuhan meminta agar awak kapal melakukan penanganan awal dan segera merapat ke Pelabuhan Gilimanuk. Kemudian sekitar pukul 23.45 Wita, KMP Dharma Ferry I berhasil sandar di Dermaga MB II Gilimanuk dan langsung melakukan bongkar muatan termasuk evakuasi terhadap truk yang terguling.

Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Pelabuhan Gilimanuk I Putu Agus Sugiarta, Sabtu kemarin, mengatakan peristiwa truk terguling itu terjadi karena gangguan cuaca. Agus menjelaskan, sebelum berangkat dari Ketapang, seluruh kendaraan truk yang berada di dalam kapal itu sudah di-lashing atau diikat dengan tali pengaman.

Namun, kata Agus, karena guncangan ombak ditambah dengan beban muatan yang terlalu berat, tali lashing pengikat truk nopol DK 8135 WO itu putus sehingga roboh menimpa sejumlah kendaraan di sebelahnya. “Kendaraan yang tertimpa hanya lecet-lecet. Seluruh kerusakan ditanggung asuransi,” ujar Agus.

Foto: Truk bermuatan kayu yang terguling di dalam Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Ferry I di Selat Bali, Jumat (7/7) malam. -IST

Menurut Agus, gangguan cuaca buruk memang kerap terjadi di perairan Selat Bali. Termasuk di tengah lonjakan penumpang pada masa libur panjang ini. Untuk itu, pihaknya terus mengingatkan kepada nakhoda ataupun para operator kapal agar selalu berhati-hati dan terus melaporkan perkembangan situasi di laut.

“Sementara belum sampai ada penundaan (penutupan pelabuhan). Tetapi kalau situasi memang tidak memungkinan dan membahayakan pelayaran, harus kita tunda,” ucap Agus.

Sementara itu, antrean kendaraan yang sempat mengular di Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk, per Sabtu (8/7), di wilayah Gilimanuk arus kendaraan menuju pelabuhan sudah mulai lancar. Sementara di wilayah Ketapang dilaporkan masih terjadi antrean hingga sepanjang 9 kilometer.

Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana saat dikonfirmasi, Sabtu kemarin, mengatakan saat ini di Gilimanuk sudah tidak ada lagi antrean panjang. Antrean kendaraan roda empat yang akan menyeberang ke Jawa, sudah mulai terurai dan hanya menyisakan ekor antrean di areal Terminal Manuver Gilimanuk atau di depan pintu masuk pelabuhan.

Berkurangnya antrean itu, menurut AKBP Dewa Juliana, dipengaruhi kebijakan ASDP yang mengoperasikan KMP Jatra II di Selat Bali. Di samping itu, volume kendaraan roda empat pribadi yang dari Bali ke Jawa sudah mulai berkurang. “Di Gilimanuk sudah mulai lancar. Namun kita juga tetap siaga jika kembali terjadi lonjakan. Termasuk kita terus koordinasi dengan pihak-pihak di pelabuhan untuk memaksimalkan layanan di pelabuhan,” ujar AKBP Dewa Juliana.

Foto: Situasi di Pelabuhan Gilimanuk, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Sabtu (8/7). -IST

AKBP Dewa Juliana menjelaskan, jika kembali terjadi lonjakan kendaraan menuju Pelabuhan Giliamuk, pihaknya akan kembali menerapkan sejumlah pola rekayasa arus lalu lintas. Untuk jenis mobil sedan sejenis, diarahkan masuk ke sejumlah jalan gang yang tembus menuju pelabuhan. Sedangkan untuk kendaraan besar seperti truk dan bus tetap lewat jalan utama.

Saat ini, AKBP Dewa Juliana mengaku belum sampai mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar menunda menyeberang ke Jawa. Namun, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap memperhatikan kondisi cuaca dan mengatur waktu keberangkatan dengan baik. Begitu juga diharapkan para pengguna jasa melakukan reservasi atau pemesanan tiket dan mengikuti waktu pemberangkatan sesuai jadwal di tiket.

Humas ASDP Cabang Ketapang Roodhin seizin General Manager ASDP Cabang Ketapang Syamsudin, dikonfirmasi terpisah Sabtu kemarin, menyatakan di Ketapang masih terjadi antrean kendaraan yang cukup parah. Menurutnya, ekor antrean roda empat menuju Pelabuhan Ketapang dari arah Pantura terjadi hingga di wilayah Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. “Panjang ekor antrean sekitar 9 kilometer,” ucapnya.

Dalam upaya mengurangi antrean di Ketapang, Roodhin menyatakan pihak ASDP membuat kebijakan membatasi pembelian tiket online rute Ketapang ke Gilimanuk. Menurut Roodhin, pembatasan itu diterapkan terhadap sejumlah golongan kendaraan tertentu dan diberlakukan situasional. “Penjualan tiket online tidak ditutup. Tetapi dikendalikan. Beberapa pembelian tiket masih diizinkan,” kata Roodhin.

Menurut Roodhin, pembatasan pembelian tiket online itu sementara hanya diberlakukan untuk rute Ketapang ke Gilimanuk. Namun apabila nantinya terjadi penumpukan ataupun diperlukan pengendalian di Gilimanuk, hal serupa juga akan diterapkan untuk rute Gilimanuk ke Ketapang. “Sifatnya situasional. Apabila sudah terurai dan sudah memungkinkan, jadi kami akan lakukan perubahan-perubahan lagi. Intinya, perubahan-perubahan itu bertujuan agar tidak terjadi penumpukan dan masyarakat pengguna jasa juga merasa aman dan nyaman,” ucap Roodhin. 7 ode

Komentar