nusabali

Lagi, Banjir Terjang Jalur Budakeling - Ababi

Longsor dan Pohon Tumbang Timpa 4 Kecamatan di Bangli

  • www.nusabali.com-lagi-banjir-terjang-jalur-budakeling-ababi
  • www.nusabali.com-lagi-banjir-terjang-jalur-budakeling-ababi

AMLAPURA, NusaBali - Banjir kembali menerjang jalur Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem - Desa Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem, Jalur ini terbelah lintasan Sungai Mbah Api hingga ambles.

Titik banjir tepatnya di Banjar Besang, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem, Jumat (7/7).

Akibatnya, jalan terputus dan ambles hingga kendaraan roda dua dan roda empat tidak bisa lewat. Akses itu biasanya untuk lalulalang truk angkut material galian C. Maka, warga dari Desa Budakeling dari arah barat ke Desa Ababi, Kecamatan Abang, mesti mencari jalan alternatif, cukup jauh. Banjir yang membuat jalan ambles di lokasi itu telah beberapa kali terjadi, hampir setiap hujan turun terjadi banjir dan jalan jebol ke sungai.

Perbekel Ababi I Wayan Siki mengaku telah melaporkan bencana itu ke BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Karangasem dan ke Dinas PUPR Karangasem. "Bukan hanya banjir yang menyebabkan jalan ambles di jalur Desa Budakeling menuju Desa Ababi, jembatan di Tukad Bumbung menuju pemukiman juga ambles," jelas I Wayan Siki.

Sedangkan banjir menerjang rumah Perbekel Muncan I Wayan Tunas di Banjar Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem, Kamis (6/7) pukul 20.00 Wita. Derasnya air mengalir, hingga kesulitan pengendara melintas, bahkan ada sepeda motor Honda Supra Fit hanyut ke sungai. Bahkan kendaraan roda empat juga sulit melintas di tikungan yang airnya cukup deras mengalir dari utara ke selatan lalu airnya nyemplung ke sungai. Perbekel Muncan I Wayan Tunas mengatakan, banjir itu sering terjadi, setiap hujan lebat turun.

Banjir itu asal airnya, kata dia, dari Banjar Yeha, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, kemudian mengalir ke selatan menuju Banjar Pendem dan Banjar Gede, Desa Muncan, lanjut ke Banjar Susut, Desa Muncan, sehingga arus airnya cukup besar.

Pemilik sepeda motor I Komang Sugiarta, yang hanyut ke selokan grembeng, tetapi pengendaranya selamat. Syukurnya, lanjut Perbekel Muncan I Wayan Tunas, aliran air semakin malam semakin reda. Dampak banjir itu tidak menyebabkan kerusakan bangunan, hanya ada kiriman lumpur, kerikil, dan pasir.

Perbekel Duda, Kecamatan Selat, I Wayan Dulur melaporkan tanah longsor menimpa jalan desa menimpa akses jalan di Banjar Padangtunggal Kauh. Juga terjadi tanah longsor di timur jembatan Sungai Yehsah, Desa Muncan, Kecamatan Selat.

Kepala Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa membenarkan adanya laporan, terjadi banjir di menerjang akses jalan menghubungkan Desa Budakeling menuju Desa Ababi, menyebabkan lalulintas terhenti. "Kami belum melakukan penanganan masih berkoordinasi ke Dinas PUPR," katanya.

Foto: Kondisi kandang ayam yang roboh dihantam longsor di Desa Yangapi. -IST

Sementara itu, bencana tanah longsor serta pohon tumbang melanda Bangli di empat kecamatan. Hujan deras disertai angin kencang sejak dua hari terakhir. Kondisi ini berdampak di sejumlah wilayah.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD dan Damkar Bangli I Ketut Agus Sutapa menyampaikan hingga Jumat (7/7) siang tercatat ada 15 kejadian bencana, yang meliputi tanah longsor, jalan jebol, pohon tumbang, ada pula tembok penyengker yang amblas. "Lokasi kejadian tersebar di empat Kecamatan. Penanganan melibatkan tim gabungan baik itu BPBD, Kepolisian, TNI dan masyarakat. Ada beberapa yang memerlukan alat berat. Itu dikomunikasikan dengan Dinas PUPR Perkim," kata Agus Sutapa.

Kapolsek Tembuku I Wayan Oka Yasa mengatakan salah satu kejadian di wilayah Tembuku yakni kandang ayam tertimpa tanah longsor di wilayah Kalanganyar, Desa Yangapi. Usaha ayam petelur milik Jro Dangsil rusak akibat diterjang longsor. Sementara kerugian diperkirakan kurang lebih Rp 100 juta. "Pada Jumat sore terjadi pohon tumbang di wilayah Desa Bangbang. Longsor menutupi badan jalan sehingga arus lalin terhambat. Selain tertutup tanah ada juga batang pohon besar. Untuk evakuasi perlu alat yang lebih besar," sebutnya.

Di sisi lain, bencana yang terjadi seperti tanah longsor terjadi di Banjar Penglumbaran, Desa/Kecamatan Susut, Bangli pada Jumat (7/7) dini hari.

Foto: Kondisi rumah warga yang tertimbun longsor di Banjar Penglumbaran. -IST

Longsor yang terjadi di Banjar Penglumbaran menimbun rumah milik I Wayan Arta. Ditemui di lokasi, Wayan Arta mengatakan jika hujan deras terjadi sejak Kamis (6/7). Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan tanah longsor. Jumat dini hari sekitar pukul 04.00 wita terdengar suara gemuruh. Seluruh anggota keluarga keluar rumah. "Tebing longsor dan menutup bangunan rumah. Ada tiga bangunan yang kena," ungkapnya.

Menurut Wayan Arta, di pekarangan tersebut ada 2 KK dengan total 7 orang. Akibat kejadian tersebut, pihaknya terpaksa mengungsi ke rumah tetangga. Pihaknya khawatir terjadi longsor susulan. "Kami menumpang di rumah tetangga untuk sementara," ujarnya.

Diakui lokasi tempat tinggal saat ini rawan, sehingga perlu relokasi. Hanya saja pihaknya tidak memiliki tempat yang posisi lebih aman. "Kami ada lahan lain, tapi lokasi jauh ke dalam," sambungnya. Pihaknya berharap pemerintah bisa membantu untuk tempat tinggal sementara, sembari pihaknya mencari lokasi yang lebih aman.

Masih di lokasi yang sama bangungan/palinggih milik I Nengah Dirta amblas. Lokasi tepat berada diatas pekarangan Wayan Arta. Diketahui, keluarga Nengah Dirta kini juga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Akibat kejadian tersebut, para korban mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.7k16,esa

Komentar