nusabali

Proyek Penataan Pantai Tanjung Benoa Dikeluhkan

  • www.nusabali.com-proyek-penataan-pantai-tanjung-benoa-dikeluhkan

MANGUPURA, NusaBali - Proyek penataan Pantai Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung menuai sorotan. Sebab material proyek dibiarkan begitu saja, sehingga mengganggu aktivitas pariwisata yang belakangan mulai menggeliat.

Bendesa Adat Tanjung Benoa I Made Wijaya, mengatakan keluhan datang dari masyarakat lantaran material proyek dibiarkan begitu saja. Padahal, sejak awal masyarakat sangat antusias menyambut proyek, bahkan membantu proses di lapangan. Dengan harapan hal itu dapat berjalan optimal dan lancar."Kenyataanya material dibiarkan di mana-mana yang membuat kesan seolah tidak terurus," kata Wijaya, Rabu (5/7).

Selaku Bendesa dan Anggota DPRD Badung, Wijaya mengaku memiliki kewajiban melakukan kontrol atas pengerjaan sebuah proyek. Sayangnya, beberapa kali keluhan disampaikan, nyatanya pihak pelaksana proyek kurang menghiraukan lingkungan. Padahal hal itu berkaitan dengan aktivitas pariwisata maupun kegiatan upacara keagamaan.

"Penempatan pasir seenaknya saja, bahkan pasir itu tidak dipergunakan berbulan-bulan. Padahal ruang di Tanjung Benoa sangat terbatas dan aktivitas pariwisata sedang padat karena kondisi liburan," ucap Wijaya.

Selain itu, lanjut Wijaya, kondisi paving jalan dibongkar dan justru ditinggal tanpa ada klarifikasi sampai sekarang. Area parkir bus juga dibongkar untuk diperbaiki, namun juga belum dikerjakan. Kondisi bangsal kelompok nelayan juga belum jelas kapan diselesaikan dan dibiarkan tanpa pengerjaan. Padahal semestinya pihak proyek seyogyanya mengatur mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu dan mana yang tidak, agar tidak menganggu kondusifitas.

Foto: Bangsal untuk kelompok nelayan Segara Ning dan Segara Ayu sudah mangkrak beberapa bulan. -TIAN DARFIAN

Selaku tokoh dan wakil rakyat, Wijaya berharap keluhan dari masyarakat ini segera ditindaklanjuti. Sebab menganggu aktivitas pariwisata maupun masyarakat adat. Ketika hal itu tidak dihargai, Wijaya menegaskan bersikap dan menyampaikan keluhan kepada penanggungjawab proyek. "Apapun alasannya saya harap masalah internal di proyek jangan diberikan dampaknya kepada kami di masyarakat," harapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Lingkungan Purwa Santih I Made Jayena. Menurut dia, pengerjaan bangsal untuk kelompok nelayan Segara Ning dan Segara Ayu sudah mangkrak beberapa bulan. Saat ini kondisi bangunan baru berupa fondasi dan tembok. Pihaknya sendiri sempat menanyakan kepada pihak kontraktor atas kondisi tersebut, saat itu mereka mengaku sedang proses penyetelan kap atap.

"Kami sempat mengecek kebenaran hal itu, nyatanya tidak ada aktivitas stel kap. Katanya pihak proyek juga beberapa kali sempat ganti operator,ini yang sangat kita sayangkan," ucapnya.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksana Jaringan Sumber Air (PJSA) BWS Bali-Penida Wayan Riasa belum bisa dikonfirmasi. Beberapa kali dihubungi melalui sambungan telepon juga belum ada jawaban. 7 dar

Komentar