nusabali

Ekspor Indonesia Mulai Lesu

  • www.nusabali.com-ekspor-indonesia-mulai-lesu

JAKARTA, NusaBali - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai waswas dengan kinerja perdagangan internasional Indonesia yang kini mulai merosot. Dia menyoroti turunnya kinerja ekspor dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, ketegangan geopolitik yang masih terjadi di berbagai negara besar di dunia membuat aktivitas perdagangan melemah. Dia pun meminta agar para jajaran pemerintah mewaspadai hal ini.

"Ketegangan geopolitik yang masih berlangsung, ini berimbas pada pertumbuhan ekonomi dan aktivitas perdagangan yang melemah. Kelihatan ekspor kita sudah menurun," kata Jokowi pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta Pusat, seperti dilansir detikcom, Senin (3/7).

Bukan cuma kinerja ekspor yang menurun, Jokowi juga mulai was-was pendapatan pemerintah dari aktivitas perdagangan juga merosot. Saat ini, penerimaan negara dari sektor Kepabeanan dan PNBP mulai surut. Hal itu terjadi karena harga komoditas tak setinggi tahun lalu.

"Penerimaan Kepabeanan dan PNBP juga terpengaruh karena harga komoditas yang tidak setinggi tahun lalu," ungkap Jokowi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirangkum detikcom, sejak awal tahun ini nilai ekspor Indonesia memang mengalami penurunan.

Di bulan Januari 2023 nilai ekspor mencapai US$ 22,31 miliar, turun 6,36% dibanding bulan Desember 2022 yang tercatat sebesar US$ 23,83 miliar.

Di bulan Februari, BPS kembali mencatat nilai ekspor Indonesia turun. Kali ini, nilai ekspor anjlok 4,15% dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi hanya US$ 21,40 miliar. Nilai ekspor sempat mengalami kenaikan pada bulan Maret. Kala itu nilai ekspor tercatat US$ 23,5 miliar. Angka ini naik 9,89% dibandingkan bulan sebelumnya.

Namun, di bulan April, nilai ekspor kembali turun. Kali ini turunnya cukup dalam hingga 17,62% dari bulan sebelumnya atau sekitar US$ 19,29 miliar. Meski begitu, pada Mei 2023 nilai ekspor kembali naik cukup signifikan menjadi US$ 21,72 miliar atau sekitar 12,61% dari bulan sebelumnya.

Sementara itu, realisasi penerimaan Kepabeanan dan Cukai yang juga disinggung Jokowi, berdasarkan data Kementerian Keuangan nilainya pun turun 15,64% secara tahunan atau sebesar Rp 118,36 triliun per Mei 2023.

Sementara itu, di bulan yang sama realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) justru tumbuh 16,2% secara tahunan menjadi sebesar Rp 260,5 triliun. 7

Komentar