nusabali

Eksportir Gianyar Berkurang

  • www.nusabali.com-eksportir-gianyar-berkurang

Para eksportir cenderung menumpang pada eksportir lainnya seperti cargo.

GIANYAR, NusaBali
Kegiatan ekspor di Kabupaten Gianyar belum pulih pasca pandemi Covid-19. Terbukti jumlah eksportir berkurang. Awalnya ratusan eksportir, kini masih puluhan. Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gianyar, Dewa Ayu Putra Budiati mengatakan, penurunan jumlah eksportir karena beragam faktor. 

Salah satunya perubahan aplikasi dari versi pertama ke versi kedua. Perubahan ini membuat para ekportir enggan mengurus aplikasi. “Padahal versinya menjadi lebih mudah,” ujar Budiati, Kamis (29/6). 

Perubahan aplikasi ini akibat dampak dari pandemi Covid-19. Menyiasati hal tersebut, para eksportir cenderung menumpang pada eksportir lainnya seperti cargo. “Mereka tinggal menerima hasil, tidak ingin ribet mengurus aplikasi,” ujar Budiati. 

Barang ekspor di Gianyar didominasi handicraft seperti perak Celuk, kerajinan kayu, dan djimbe. “Perak Celuk masih lancar, namun tidak melakukan ekspor secara partai besar,” ungkap Budiati. 

Budiati mengatakan, lemotnya internet atau aplikasi yang digunakan mempengaruhi para eksportir. Sebab satu aplikasi digunakan oleh seluruh eksportir di Indonesia. 

“Kendalanya agak lelet karena digunakan seluruh Indonesia. Terkait teknis pengerjaan atau bahan baku, itu ranah perajinnya,” terangnya.

Tujuan ekspor ke Amerika, Cina, dan Eropa. Disperindag hanya punya kewenangan dalam administrasi Certifikat of Original (COO). Barang yang diekspor tahun 2022 sebanyak 25.660.149 item dan tahun 2023 hingga bulan Juni baru menyentuh angka 2.724.366 item. 7 nvi

Komentar