nusabali

Indeks Kepercayaan Industri RI Tembus 53,9%

  • www.nusabali.com-indeks-kepercayaan-industri-ri-tembus-539

JAKARTA, NusaBali - Kementerian Perindustrian mencatatkan peningkatan signifikan dalam Indeks Kepercayaan Industri (IKI). Pada Juni 2023 ini angkanya tembus 53,93% atau naik 3,03 poin dari bulan sebelumnya.

Plt Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian sekaligus Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika mengatakan, angka ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah di tanah air sejak November 2022, saat awal perhitungan IKI mulai dilakukan setiap bulannya.

"Kita lihat ini tertinggi, di bulan Juni ini, 53,93%," kata Juli Ardika, dalam Perilisan Survei Indeks Kepercayaan Industri (IKI) edisi bulan Juni 2023, di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, seperti dilansir detikcom, Selasa (27/6).

Selain itu, pada bulan Juni ini Kemenperin juga mencatatkan penurunan dari hasil survei ke para pelaku industri yang pesimis dengan kondisi industri dalam 6 bulan ke depan.

Angkanya terus mengalami penurunan dari bulan ke bulan, dari 9,9% di bulan April, turun ke 9,0% di bulan Mei, dan turun lagi ke level 8,3% di bulan Juni ini.

Juli Ardika mengatakan, kondisi ini didorong salah satunya oleh peningkatan produk industri dibandingkan tahun lalu. Dari angka 50,1% di Mei kemarin, naik menjadi 54,86%.

"Ini sudah mulai rebound karena kemarin sehabis Idul Fitri, Lebaran, bulan Mei ini, masih banyak stoknya. Ini persediaan sudah menurun jauh sehingga produksi meningkat signifikan karena order-order baru juga meningkat dibandingkan bulan Mei," terangnya.

Senada, Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, pada bulan ini industri manufaktur mengalami kebangkitan. Naiknya terutama disebabkan karena subsektor-subsektor besar mengalami ekspansi.

"Ada 20 subsektor ekspansi dengan share PDB (produk domestik bruto) 96,5%. Jadi industri manufaktur sedang bergerak pada posisi ekspansi dan hanya 3 subsektor yang mengalami ekspansi yakni tekstil, barang dari kulit dan alas kaki, dan yang ketiga industri pengolahan lainnya," terangnya.

Febri pun menjabarkan, seluruh indeks variabel pembentuk IKI mengalami ekspansi pada Juni 2023. Adanya peningkatan pada variabel Pesanan Baru, dari angka 49,84% menjadi 54,81% atau naik 4,97 poin. Dan variabel produksi dari 50,01% menjadi 54,86%, naik 4,85 poin. Sedangkan, untuk persediaan produknya menurun dari 54,9% menjadi 50,34%.

"Ekspansi industri pengolahan bulan Juni karena pemenuhan terhadap pesanan baru dan prospek pesanan ke depan," imbuhnya. 7

Komentar