nusabali

Dewan Bali Masukkan Konsep Catur Purusa Artha

Dari Pembahasan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun

  • www.nusabali.com-dewan-bali-masukkan-konsep-catur-purusa-artha

DENPASAR, NusaBali - Wakil Ketua DPRD Bali dari Fraksi Golkar Nyoman Sugawa Korry mendorong Gubernur Bali Wayan Koster untuk memasukkan konsep Catur Purusa Artha (empat tujuan hidup,red) dalam Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun. Alasannya, konsep ini melengkapi dan antisipasi perubahan dan ketidakpastian di masa depan.

“Saat ini sedang dibahas Haluan Pembangunan Bali untuk 100 tahun. Sebuah dimensi waktu yang sangat panjang, dibutuhkan kecermatan analisis kondisi masa lalu dan kajian masa kini untuk kemudian disusun prediksi menggunakan alat analisis secara ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Sugawa Korry dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/6).

Menurut dia, kajian akademik yang telah diketengahkan oleh para kelompok ahli, secara filosofis sudah menggunakan dasar Sad Kerthi dan Tri Hita Karana. “Namun, kami berharap lebih dilengkapi dengan tujuan hidup masyarakat yaitu Catur Purus Artha (empat tujuan hidup manusia,red). Karena yang ingin dicapai di masa depan adalah tercapainya kualitas peradaban, kualitas hidup, intelektualitas, kesejahteraan dan kebahagiaan manusia itu sendiri,” beber politisi asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Buleleng ini.

Sugawa Korry menambahkan, alat analisa yang digunakan untuk memprediksi apa yang diyakini benar untuk saat ini, tetapi sebagaimana hakekat ilmu pengetahuan yang selalu berkembang, belum tentu dipandang masih relevan untuk masa yang akan datang. “Misalnya, implementasi Tri Hita Karana, dari sisi kajian hubungan manusia dengan Tuhan, dibutuhkan kecermatan untuk mengantisipasi perkembangan-perkembangan,” ujar Ketua DPD I Golkar Bali ini.

“Seperti soal krematorium, awalnya adalah hal yang ditabukan, tetapi saat ini dipandang relevan. Ini karena ilmu pengetahuan mengikuti perkembangan,” imbuh jebolan Doktor Manajemen Universitas Brawijaya, Malang ini.

Sementara untuk hubungan manusia dengan alam, Sugawa Korry mengingatkan Gubernur Koster, bagaimana menjaga dan mempertahankan lingkungan alam dengan berbagai persoalan pelik saat ini. “Dengan perkembangan jumlah penduduk, dengan segala kompleksitas berbagai kebutuhannya, misalnya 100 tahun kedepan, relevansi mempertahankan 25 sampai dengan 30% hutan lindung bisa dilaksanakan,” ujar Sugawa Korry. 

Sementara soal hubungan manusia dengan manusia,  kata Sugawa Korry sejalan dengan arah dan tujuan Haluan Bali 100 Tahun. “Sebagai haluan atau arah yang harus dituju dimasa depan, pastilah akan selalu ada perubahan-perubahan lingkungan strategis. Haluan ini harus disesuaikan sejalan perubahan lingkungan strategis. Kemudian, selaras dengan kebijakan dan sistim perencanaan pembangunan nasional, dengan tetap memegang teguh hal-hal yang berbasis kearifan lokal di Bali,” tandas Sugawa Korry.n nat

Komentar