nusabali

Progres Proyek Renovasi Pura Jagatnatha Capai 35 Persen

  • www.nusabali.com-progres-proyek-renovasi-pura-jagatnatha-capai-35-persen

DENPASAR, NusaBali - Proyek renovasi Pura Jagatnatha, Denpasar, sudah memasuki 35 persen. Progres tersebut sesuai dengan target yang direncanakan bahkan, sampai saat ini belum ada hambatan yang berarti dalam pengerjaan proyek perbaikan pura tersebut.

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimta) Kota Denpasar I Gede Cipta Sudewa, Jumat (2/6), mengatakan hingga saat ini semua pekerjaan dapat dilakukan dengan baik. 

Karena itu, pihaknya yakin proyek yang ditanganinya ini akan rampung sesuai dengan target yang telah ditentukan. Menurutnya, target 35 persen tersebut tercapai pada akhir Mei 2023. Hal itu sesuai dengan target yang ditentukan dan sesuai progres pengerjaan oleh rekanan. 

“Mudah-mudahan lancar semuanya, sehingga bisa selesai tepat waktu. Sesuai dokumen kontrak, kami berharap 2 Oktober sudah selesai. Untuk saat ini sudah bisa 35 persen. Nanti sambil jalan kami hitung lagi progresnya,” kata Cipta Sudewa.


Terkait perbaikan ini, pihaknya merancang kekuatannya hingga 100 tahun ke depan. Oleh sebab itu, kualitas proyek termasuk bahan yang digunakan pun harus diperhatikan. “Kami rancang bertahan sampai 100 tahun, karena di pinggir jalan besar makanya tembok menggunakan baja besar agar kekuatannya lama. Kami memang atensi khusus untuk ini,” ungkapnya.

Cipta Sudewa mengatakan, prosesi ngeruak sudah dilaksanakan pada 24 Maret 2023. Dari semua pelaksanaan perbaikan tersebut, bangunan Padmasana dibiarkan utuh seperti semula karena memiliki nilai historis.

Selain itu, bale pawaregan dan perpustakaan juga tak diperbaiki. Sementara bangunan lainnya semua dipugar dan diperbaiki total. “Untuk bangunan mayor kami menggunakan bata merah Tulikup yang kelas satu. Merah sebagai lambang Bhatara Brahma. Sementara ornamen akan menggunakan gaya khas bebadungan,” ujar Cipta Sudewa. 

Selain itu, areal depan Pura Jagatnatha yang selama ini digunakan parkir akan ditinggikan dan parkir digeser ke depan Museum Bali. Selain perbaikan bangunan yang ada, ada juga penambahan bale pesantian dan bale pawedaan diperlebar dengan konsep Tri Sadakha sehingga bisa tiga sulinggih sekaligus. 7 mis

Komentar