nusabali

Lansia Nomaden Kesulitan Dapatkan Layanan Kesehatan

  • www.nusabali.com-lansia-nomaden-kesulitan-dapatkan-layanan-kesehatan

Kadek Suardana minta tolong kepada Bupati Suwirta untuk membantu ayahnya.

SEMARAPURA, NusaBali
I Made Cemeng, 70, kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan. Penyebabnya, lansia yang tinggal di kontrakan wilayah Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung ini tidak mengantongi kartu identitas selama puluhan tahun. Kartu identitas kependudukan yang dimiliki masa berlakunya berakhir pada tahun 1993. Sejak itu tidak punya KTP dan tidak mendapatkan jaminan kesehatan dari pemerintah. 

Selama ini Made Cemeng tinggal nomaden atau berpindah-pindah. Keberadaannya sulit dilacak oleh pihak desa. Made Cemeng merupakan warga asal Kecamatan Nusa Penida, Klungkung dan bekerja sebagai buruh angkut pasir. Lansia ini tinggal di rumah kontrakan di eks galian C Desa Gunaksa bersama anak dan menantunya. Namun, sejak 4 hari ini Made Cemeng tidak mau makan dan terbaring lemas di rumah kosnya. Anaknya, I Kadek Suardana melaporkan kondisi orangtuanya ke Desa Gunaksa. Karena keterbatasan biaya, Made Cemeng tidak mau diajak berobat.

Perbekel Desa Gunaksa, I Wayan Sudiarna yang mendapat laporan tersebut langsung menyambangi ke tempat tinggal Made Cemeng. Diketahui, semenjak istrinya meninggal, Made Cemeng terus murung. Istrinya meninggal pada Sabtu (13/5) lalu dan telah dikremasi di Krematorium Pundukdawa, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung. Selanjutnya Perbekel Sudiarna minta tolong kepada Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Bupati Suwirta menolong Made Cemeng mengurus administrasi kependudukan dan membantu pengobatannya di RSUD Klungkung, Senin (22/5).

Foto: Ketut Cemeng saat menjalani perawatan di RSUD Klungkung, Selasa (23/5). -DEWA DARMAWAN

Pantauan di RSUD Klungkung, Selasa (23/5) siang, Made Cemeng masih berbaring lemas, tangannya dipasangi infus. Menurut Kadek Suardana, ayahnya tidak memiliki identitas bermula ketika dulunya mencabut berkas identitas di desa asalnya di Kecamatan Nusa Penida. Cabut berkas kependudukan untuk mengikuti program transmigrasi ke Kalimantan Tengah. Namun, program transmigrasi itu gagal kemudian ayahnya memilih merantau ke Denpasar. “Dulu pernah minta surat pindah namun tidak diterima untuk balik ke desa asal karena sudah cabut berkas,” ujar Kadek Suardana. 

Kadek Suardana bingung saat hendak mengantar ayahnya ke RSUD karena tidak punya KTP. “Saya langsung menghadap Bapak Bupati di Kantor Bupati Klungkung dan beliau langsung turun membantu. KTP sudah selesai dan jaminan kesehatan dalam proses,” ujar Kadek Suardana. 7 wan

Komentar